Lebak, Jurnalkota.co.id
Memasuki hari ke-13 pelaksanaan Operasi Keselamatan Maung 2026, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lebak kembali menggelar kegiatan penertiban dan edukasi kepada para pengguna jalan di kawasan Simpang Aweh, Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak, Sabtu (14/2/2026).
Simpang Aweh dipilih sebagai lokasi kegiatan karena merupakan salah satu titik lalu lintas yang cukup padat dan menjadi jalur perlintasan utama masyarakat menuju pusat Kota Rangkasbitung dan sejumlah wilayah lainnya.
Dalam kegiatan tersebut, personel Satlantas Polres Lebak melakukan pemeriksaan kelengkapan kendaraan bermotor, memastikan penggunaan helm berstandar SNI bagi pengendara sepeda motor, serta penggunaan sabuk pengaman bagi pengemudi kendaraan roda empat. Selain itu, petugas juga melakukan pemeriksaan kelengkapan administrasi kendaraan, seperti surat tanda nomor kendaraan (STNK) dan surat izin mengemudi (SIM).
Petugas tidak hanya melakukan penindakan, tetapi juga memberikan teguran secara simpatik serta imbauan langsung kepada pengendara yang kedapatan melanggar aturan lalu lintas.
Kapolres Lebak AKBP Herfio Zaki melalui Kasat Lantas Polres Lebak AKP Liska Oktavima Rudianto mengatakan bahwa Operasi Keselamatan Maung 2026 mengedepankan pendekatan preemtif dan preventif guna menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas.
“Operasi ini tidak semata-mata berorientasi pada penindakan, tetapi lebih kepada edukasi dan pencegahan. Kami ingin membangun kesadaran bahwa keselamatan di jalan raya adalah tanggung jawab bersama,” ujar Liska.
Menurut Liska, sejumlah pelanggaran yang masih ditemukan di lapangan antara lain pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm SNI, pengemudi yang tidak mengenakan sabuk pengaman, serta kelengkapan administrasi kendaraan yang belum lengkap.
Liska menegaskan bahwa pendekatan humanis tetap menjadi prioritas dalam pelaksanaan operasi.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk selalu tertib berlalu lintas, melengkapi surat-surat kendaraan, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan bersama, bukan sekadar kewajiban karena ada petugas,” katanya.
Ia berharap melalui kegiatan yang dilaksanakan secara rutin selama Operasi Keselamatan Maung 2026, angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di wilayah Kabupaten Lebak dapat ditekan.
“Kami berharap kesadaran dan disiplin masyarakat semakin meningkat sehingga tercipta situasi lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar di Kabupaten Lebak,” ucapnya.
Operasi Keselamatan Maung 2026 sendiri merupakan bagian dari upaya Polri dalam menciptakan Kamseltibcarlantas menjelang periode peningkatan mobilitas masyarakat, sekaligus membangun budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat.
Penulis: Noma
Editor: Antoni








