Jakarta, Jurnalkota.co.id
Kepala Dinas Penerangan Koarmada I Letkol Laut (P) Ary Mahayasa menghadiri Rapat Kerja Teknis Penerangan (Rakernispen) Tahun 2026 yang digelar Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut di Studio Nusantara Sagoro II, Mabesal, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (18/2/2026).
Rakernispen tahun ini mengusung tema “Melalui Rakernispen TNI AL 2026, Mewujudkan Profesionalisme Insan Penerangan yang Terintegrasi dan Adaptif”. Forum tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat peran insan penerangan dalam menghadapi dinamika arus informasi di era digital yang semakin cepat dan terbuka.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut Laksamana Pertama TNI Tunggul yang diwakili Kasubdis Penpas Dispenal Kolonel Laut (S) Didin Wahidin. Sebanyak 107 peserta mengikuti kegiatan tersebut, terdiri dari 25 peserta yang hadir langsung, yakni para Kadispen dan Kabagpen Kotama TNI AL, serta 82 peserta lainnya yang bergabung secara virtual dari berbagai satuan wilayah di Indonesia.
Dalam sambutannya, Kadispenal menegaskan bahwa insan penerangan TNI AL memiliki peran strategis sebagai penghubung institusi dengan publik.
“Insan penerangan harus mampu menjadi sumber informasi yang kredibel, cepat, dan akurat. Di era digital ini, setiap detik sangat berarti dalam membentuk persepsi publik terhadap institusi,” ujar Didin.
Ia menambahkan, tantangan komunikasi saat ini tidak hanya berkaitan dengan penyampaian informasi, tetapi juga pengelolaan opini publik serta respons terhadap isu-isu yang berkembang di ruang digital.
Sementara itu, Letkol Laut (P) Ary Mahayasa menegaskan pentingnya sinergi dan integrasi komunikasi antar satuan, khususnya di jajaran Koarmada I yang memiliki wilayah operasi strategis.
“Rakernispen ini menjadi forum penting untuk menyamakan persepsi dan memperkuat koordinasi. Bagi Koarmada I, integrasi komunikasi sangat krusial karena dinamika operasi di wilayah barat Indonesia membutuhkan respons informasi yang cepat dan terukur,” ujar Ary.
Ia menekankan bahwa insan penerangan di Koarmada I harus adaptif terhadap perkembangan teknologi komunikasi serta mampu menjaga konsistensi narasi institusi.
“Kami di Koarmada I berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas personel penerangan, baik dalam pengelolaan media sosial, peliputan kegiatan operasi, maupun dalam menghadapi potensi krisis informasi. Profesionalisme menjadi kunci utama,” katanya.
Untuk memperkuat kapasitas komunikasi, Dispenal menghadirkan Prihadi, Public Relation Manager sekaligus Head of Media Academy Metro TV, sebagai narasumber. Ia membawakan materi mengenai strategi public speaking serta manajemen krisis media.
Dalam paparannya, Prihadi menekankan pentingnya kesiapan juru bicara dalam menghadapi situasi krisis.
“Komunikasi krisis tidak hanya soal berbicara cepat, tetapi berbicara tepat. Kejelasan pesan, empati, dan konsistensi menjadi faktor utama dalam menjaga reputasi institusi,” ujarnya.
Rakernispen 2026 juga menjadi wadah diskusi terbuka guna mencari solusi integratif atas berbagai tantangan teknis penerangan di lapangan, termasuk optimalisasi pemanfaatan platform digital dan peningkatan koordinasi antar satuan.
Melalui kegiatan ini, TNI AL menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat profesionalisme insan penerangan sebagai garda terdepan komunikasi institusi di tengah perkembangan teknologi informasi yang dinamis, sekaligus memastikan setiap satuan, termasuk Koarmada I, mampu menyampaikan informasi secara akurat dan bertanggung jawab kepada publik.








