Lebak, Jurnalkota.co.id
Program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dinilai berpotensi besar mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa sekaligus membuka lapangan pekerjaan. Hal ini disampaikan Sekretaris Desa Cimangeunteung, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Lina Maryana, Minggu (12/4/2026).
Menurut Lina, keberadaan koperasi berbasis desa tersebut tidak hanya berperan sebagai penggerak ekonomi, tetapi juga menjadi solusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
“Jika ekonomi tumbuh dan penyerapan tenaga kerja meningkat, maka kesejahteraan masyarakat juga akan ikut membaik,” ujar Lina dalam keterangannya.
Ia menjelaskan, antusiasme masyarakat Desa Cimangeunteung terhadap program Kopdes Merah Putih cukup tinggi. Dari total 6.055 jiwa penduduk, sebanyak 6.016 jiwa tercatat dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), dengan jumlah 1.990 kepala keluarga (KK).
Mayoritas warga, lanjut Lina, menyambut baik program yang digagas Presiden Prabowo Subianto tersebut karena dinilai mampu menjadi motor penggerak ekonomi di tingkat desa.
“Kami sangat mendukung program ini karena dapat meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus menciptakan lapangan kerja baru,” katanya.
Namun demikian, hingga saat ini realisasi pembangunan Kopdes Merah Putih di Desa Cimangeunteung masih terkendala persoalan lahan. Berbeda dengan sejumlah desa dan kelurahan lain di Kabupaten Lebak yang telah lebih dahulu merealisasikan pembangunan gerai dan pergudangan koperasi, Desa Cimangeunteung belum memiliki lahan desa atau tanah bengkok sebagai syarat utama pembangunan.
Untuk mengatasi kendala tersebut, pihak desa telah mengusulkan permohonan penggunaan lahan kepada pihak perkebunan kelapa sawit PT Perkebunan Nusantara Cisalak Baru yang berada di wilayah desa tersebut.
“Kami sudah mengajukan usulan agar lahan perkebunan itu bisa dimanfaatkan untuk pembangunan Kopdes Merah Putih. Harapannya dapat segera direalisasikan demi kesejahteraan masyarakat,” ujar Lina.
Lina menambahkan, apabila koperasi tersebut dapat segera terwujud, pihaknya telah menyiapkan tiga sektor usaha utama yang akan dijalankan, yakni penyediaan sembako, logistik hasil pertanian, serta layanan simpan pinjam bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Ketiga sektor tersebut dinilai sangat relevan dengan kondisi masyarakat Desa Cimangeunteung yang mayoritas berprofesi sebagai petani.
“Warga sangat mendambakan kehadiran koperasi ini, terutama untuk mendukung distribusi hasil pertanian dan akses permodalan. Kami optimistis jika koperasi ini berjalan, ekonomi masyarakat desa akan bergerak lebih cepat,” kata Lina.
Ia pun berharap program Kopdes Merah Putih dapat segera direalisasikan di wilayahnya pada tahun ini, sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat.
Penulis: Noma
Editor: Antoni








