Lebak, Jurnalkota.co.id
Kapolda Banten Irjen Pol Hengki mengajak masyarakat membudayakan gerakan menanam pohon sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mencegah bencana banjir dan longsor.
Ajakan tersebut disampaikan Kapolda saat menghadiri kegiatan gerakan penanaman 1.000 pohon dan peresmian Jembatan Merah Putih di Sangiang Tanjung, Kabupaten Lebak, Rabu (20/5/2026).
Menurut Hengki, gerakan menanam pohon menjadi langkah sederhana namun memiliki dampak besar terhadap keberlangsungan lingkungan hidup dan kualitas udara masyarakat.
“Gerakan menanam juga salah satu upaya untuk mencegah longsor dan banjir,” ujar Hengki.
Ia mengatakan, gerakan penghijauan tersebut juga merupakan bagian dari arahan Presiden RI Prabowo Subianto dalam mewujudkan Indonesia Asri, yakni aman, sehat, resik, dan indah.
Kapolda menjelaskan, keberadaan pohon memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem, menyerap polusi udara, serta menyimpan cadangan air tanah yang dibutuhkan masyarakat.
Menurut dia, pencemaran udara saat ini berasal dari berbagai sumber, mulai dari asap kendaraan bermotor, aktivitas industri, hingga pembakaran yang dilakukan secara tidak bertanggung jawab.
Karena itu, budaya menanam pohon dinilai menjadi salah satu solusi menjaga kualitas udara tetap sehat dan lingkungan tetap lestari.
“Kami minta masyarakat dapat membudayakan gerakan menanam, karena pohon bisa menyimpan air yang kita minum sekaligus menciptakan udara yang sejuk,” katanya.
Selain program penghijauan, Polda Banten juga terus menjalankan pembangunan infrastruktur melalui program Jembatan Merah Putih Presisi di sejumlah wilayah di Provinsi Banten.
Hengki menyebutkan, hingga saat ini pembangunan jembatan masih terus berlangsung dan ditargetkan sebanyak 42 unit jembatan dapat diresmikan pada Juli 2026 mendatang.
Beberapa pembangunan jembatan juga tengah dilakukan di sejumlah daerah, seperti Tangerang, Jawilan, Padarincang, dan Kabupaten Serang.
Menurut Kapolda, pembangunan jembatan tersebut diharapkan mampu mempermudah akses masyarakat sekaligus mendukung aktivitas ekonomi dan mobilitas warga di daerah.
Tak hanya fokus pada lingkungan dan infrastruktur, Polda Banten juga menjalankan program “Polisi Peduli Pendidikan” sebagai bentuk perhatian terhadap dunia pendidikan.
Melalui program tersebut, jajaran kepolisian turut memperhatikan sarana dan prasarana sekolah agar para pelajar dapat belajar dengan aman dan nyaman.
“Program Polisi Peduli Pendidikan juga memperhatikan kondisi sarana belajar, termasuk membantu menyediakan kipas angin agar anak-anak lebih nyaman saat belajar,” ujarnya.
Kapolda Banten mengapresiasi pelaksanaan gerakan penanaman pohon dan pembangunan Jembatan Merah Putih yang dilakukan melalui semangat gotong royong masyarakat tanpa menggunakan anggaran DIPA kepolisian.
Menurut dia, partisipasi masyarakat menjadi kekuatan utama dalam mendukung pembangunan dan kepedulian terhadap lingkungan.
“Kalau tidak memiliki uang, masyarakat bisa ikut bergotong royong dengan tenaga. Yang terpenting adalah kebersamaan dan kepedulian untuk membangun lingkungan,” katanya.
Kegiatan penanaman pohon dan pembangunan jembatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam pembangunan daerah.
Penulis: Noma
Editor: Antoni








