Lebak, Jurnalkota.co.id
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, Banten, terus memperkuat program penyiapan tenaga kerja bagi generasi muda melalui berbagai langkah strategis yang melibatkan sekolah, perguruan tinggi, Balai Latihan Kerja (BLK), hingga dunia usaha.
Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan lulusan sekolah maupun perguruan tinggi memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja sehingga dapat segera memperoleh pekerjaan setelah menyelesaikan pendidikan.
Sekretaris Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Lebak, Rully Charuliyanto, mengatakan pemerintah daerah memiliki komitmen kuat untuk menekan angka pengangguran melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak masih berada di bangku pendidikan.
Menurut dia, kesiapan memasuki dunia kerja perlu dibangun sejak dini agar para lulusan tidak mengalami masa tunggu yang terlalu lama untuk mendapatkan pekerjaan.
“Pemerintah daerah berupaya menyiapkan tenaga kerja sejak dari sekolah hingga kampus. Tujuannya agar setelah lulus mereka memiliki keterampilan dan kesiapan yang memadai sehingga tidak menganggur,” kata Rully, Rabu (10/6/2026).
Ia menjelaskan, berbagai program telah dijalankan untuk mendukung kesiapan tersebut, mulai dari bimbingan karier, pelatihan keterampilan dasar, pengenalan dunia kerja, simulasi wawancara kerja, hingga pelatihan penyusunan surat lamaran dan curriculum vitae (CV).
Selain itu, pemerintah daerah juga memberikan pelatihan teknis yang disesuaikan dengan kebutuhan industri dan dunia usaha yang berkembang di Kabupaten Lebak maupun daerah lainnya.
Melalui program tersebut, banyak lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) dan perguruan tinggi yang berhasil memperoleh pekerjaan di berbagai perusahaan, baik di dalam negeri maupun luar negeri.
Menurut Rully, peluang bekerja sebagai tenaga migran juga terus terbuka bagi masyarakat Kabupaten Lebak yang memiliki kompetensi dan keterampilan sesuai kebutuhan pasar kerja internasional.
“Kami memperkirakan setiap tahun ada ratusan warga, termasuk lulusan SMK dan perguruan tinggi, yang bekerja ke luar negeri melalui jalur resmi,” ujarnya.
Program Masuk Sekolah dan Kampus
Rully mengatakan, program ketenagakerjaan saat ini tidak hanya dilaksanakan di kantor atau pusat pelatihan, tetapi juga masuk langsung ke lingkungan sekolah, kampus, dan lembaga pelatihan.
Melalui pendekatan tersebut, siswa dan mahasiswa dapat memperoleh informasi yang lebih lengkap mengenai bidang pekerjaan yang sedang dibutuhkan, keterampilan yang harus dipersiapkan, hingga peluang karier yang tersedia setelah lulus.
Dengan demikian, para peserta didik dapat merencanakan masa depan kariernya sejak dini dan menyesuaikan kompetensi yang dimiliki dengan kebutuhan dunia kerja.
“Anak-anak sekolah dan mahasiswa perlu mengetahui arah dunia kerja sejak awal. Dengan begitu mereka bisa mempersiapkan kemampuan yang dibutuhkan industri,” kata Rully.
Perkuat Program Magang
Selain pembekalan keterampilan, Pemkab Lebak juga terus memperkuat program magang sebagai jembatan antara dunia pendidikan dan dunia kerja.
Dalam program tersebut, pemerintah daerah berperan sebagai penghubung antara sekolah, perguruan tinggi, BLK, dan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja.
Pemerintah juga melakukan pemetaan kebutuhan tenaga kerja berdasarkan sektor usaha yang berkembang sehingga peserta magang dapat ditempatkan sesuai bidang kompetensinya.
Beberapa bidang yang menjadi fokus penempatan magang antara lain administrasi perkantoran, teknologi digital, otomotif, perhotelan, manufaktur, pertanian, logistik, dan sektor lain yang memiliki potensi penyerapan tenaga kerja cukup besar.
Rully menegaskan bahwa program magang tidak boleh sekadar menjadi formalitas. Peserta harus mendapatkan pembekalan yang memadai, pendampingan selama proses magang, serta evaluasi yang jelas sebagai bagian dari pengembangan kompetensi.
Selain itu, perusahaan juga didorong untuk memberikan peluang rekrutmen bagi peserta magang yang menunjukkan kinerja baik selama menjalani program tersebut.
“Peserta yang memiliki kemampuan dan kinerja baik dapat masuk dalam database talenta daerah sehingga bisa direkomendasikan kepada perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja,” ujarnya.
Bangun Jalur dari Pendidikan hingga Penempatan Kerja
Pemkab Lebak saat ini berupaya membangun ekosistem ketenagakerjaan yang terintegrasi, mulai dari pendidikan, pelatihan, magang, hingga penempatan kerja.
Melalui pola tersebut, lulusan sekolah dan perguruan tinggi diharapkan memiliki keterampilan yang lebih relevan dengan kebutuhan industri sehingga mampu bersaing di pasar kerja yang semakin kompetitif.
Rully optimistis langkah tersebut dapat membantu menekan angka pengangguran, khususnya di kalangan usia produktif, sekaligus meningkatkan kualitas tenaga kerja Kabupaten Lebak.
“Kami terus membangun jalur yang jelas dari pendidikan, pelatihan, magang, hingga penempatan kerja. Dengan cara ini, anak muda akan lebih siap memasuki dunia kerja dan angka pengangguran dapat terus ditekan,” kata Rully.
Penulis: Noma
Editor: Antoni








