Batam, Jurnalkota.co.id
Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Batam menggelar kegiatan senam pagi bersama yang melibatkan petugas dan warga binaan pemasyarakatan (WBP) di lapangan Rutan Batam, Jalan Trans Barelang, Kota Batam, Jumat (10/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun budaya hidup sehat sekaligus mempererat kebersamaan di lingkungan pemasyarakatan.
Sejak pagi, ratusan peserta tampak antusias mengikuti setiap rangkaian gerakan senam yang dipandu instruktur. Suasana penuh semangat terlihat ketika petugas dan warga binaan berolahraga bersama dalam iringan musik yang energik.
Kegiatan ini tidak hanya bertujuan menjaga kebugaran fisik, tetapi juga menjadi salah satu program pembinaan untuk menciptakan lingkungan yang sehat, harmonis, dan kondusif di dalam Rutan Batam.
Kepala Rutan Kelas IIA Batam, Fajar Teguh Wibowo, mengatakan kesehatan merupakan aspek penting yang harus dijaga oleh seluruh petugas maupun warga binaan. Menurutnya, kondisi fisik yang sehat menjadi modal utama dalam menjalankan tugas pelayanan maupun mengikuti proses pembinaan selama berada di dalam rutan.
“Melalui kegiatan senam bersama ini kami berharap seluruh petugas dan warga binaan semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan. Dengan tubuh yang sehat, aktivitas pelayanan maupun pembinaan dapat berjalan lebih optimal,” kata Fajar.
Ia menjelaskan, olahraga bersama juga menjadi sarana untuk membangun kedekatan antara petugas dengan warga binaan. Interaksi yang terjalin dalam suasana santai dinilai mampu menciptakan hubungan yang lebih harmonis sekaligus mendukung pelaksanaan pembinaan yang humanis.
Menurut Fajar, pembinaan di lembaga pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada aspek kedisiplinan dan kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga mencakup pembinaan jasmani dan mental agar warga binaan memiliki kondisi fisik dan psikologis yang baik.
Karena itu, kegiatan olahraga rutin menjadi salah satu program yang terus didorong di lingkungan Rutan Batam sebagai bagian dari pembinaan berkelanjutan.
Selama pelaksanaan senam, seluruh peserta tampak mengikuti setiap gerakan dengan kompak. Iringan musik yang membangkitkan semangat membuat suasana berlangsung lebih santai dan penuh keakraban.
Selain meningkatkan kebugaran jasmani, kegiatan tersebut juga memberikan manfaat psikologis bagi para peserta. Olahraga bersama dinilai mampu membantu mengurangi kejenuhan, menghilangkan stres, meningkatkan semangat, serta menciptakan suasana yang lebih positif di lingkungan rutan.
Fajar mengatakan, menjaga kesehatan merupakan tanggung jawab bersama. Oleh sebab itu, Rutan Batam terus mendorong berbagai kegiatan positif yang dapat meningkatkan kualitas hidup petugas maupun warga binaan.
Menurutnya, lingkungan pemasyarakatan yang sehat akan memberikan dampak positif terhadap proses pembinaan sehingga tujuan pembinaan untuk membentuk warga binaan yang lebih baik dapat tercapai secara optimal.
Ia juga berharap kebiasaan hidup sehat tidak hanya diterapkan selama berada di lingkungan rutan, tetapi juga menjadi bagian dari gaya hidup yang terus dijalankan setelah warga binaan kembali ke tengah masyarakat.
“Kami ingin membangun budaya hidup sehat sebagai bagian dari proses pembinaan. Harapannya, kebiasaan positif ini dapat terus dipertahankan sehingga memberikan manfaat bagi kehidupan mereka di masa mendatang,” ujarnya.
Kegiatan senam pagi tersebut sekaligus menjadi wujud komitmen Rutan Kelas IIA Batam dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang sehat, aman, dan produktif.
Melalui berbagai program pembinaan, Rutan Batam terus berupaya menghadirkan suasana yang mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, baik bagi petugas maupun warga binaan.
Selain menjaga kebugaran fisik, kegiatan seperti ini juga diharapkan mampu memperkuat rasa kebersamaan, meningkatkan kedisiplinan, serta membangun semangat positif di lingkungan rutan.
Dengan terselenggaranya senam pagi bersama secara rutin, Rutan Batam berharap budaya hidup sehat semakin mengakar di lingkungan pemasyarakatan. Program tersebut menjadi bagian dari implementasi pelayanan prima sekaligus pembinaan yang humanis, sehingga mampu menciptakan lingkungan yang lebih harmonis, produktif, dan mendukung keberhasilan proses pembinaan warga binaan.








