Bintan. Jurnalkota.co.id
Pembangunan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) yang menjadi salah satu sasaran fisik program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0315/Tanjungpinang telah rampung 100 persen.
Penyelesaian pembangunan MCK tersebut menjadi bagian dari upaya Satgas TMMD ke-129 dalam meningkatkan kualitas sarana dasar masyarakat, terutama fasilitas sanitasi yang layak, bersih, dan nyaman digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Memasuki tahap akhir pengerjaan, personel Satgas TMMD bersama masyarakat setempat menyelesaikan sejumlah pekerjaan finishing. Pengerjaan meliputi pengecatan dinding bangunan dengan warna hijau khas TNI, perapian pemasangan keramik, hingga pemeriksaan instalasi air dan kelistrikan.
Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan seluruh fasilitas dapat berfungsi dengan baik sebelum nantinya digunakan masyarakat. Dengan rampungnya pembangunan tersebut, warga kini memiliki akses terhadap fasilitas sanitasi yang lebih memadai.
Pembangunan MCK menjadi salah satu sasaran fisik TMMD ke-129 Kodim 0315/Tanjungpinang yang diarahkan untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat di wilayah pedesaan.
Keberadaan fasilitas sanitasi yang layak dinilai penting karena berkaitan langsung dengan kebersihan lingkungan dan pola hidup sehat masyarakat. Sarana MCK yang memadai juga diharapkan dapat membantu warga menjaga kebersihan serta menciptakan lingkungan permukiman yang lebih sehat.
Rampungnya pembangunan MCK tidak terlepas dari keterlibatan masyarakat selama proses pengerjaan. Sejak pembangunan dimulai hingga memasuki tahap finishing, personel Satgas TMMD dan warga bergotong royong menyelesaikan pekerjaan di lapangan.
Kebersamaan tersebut menjadi bagian dari semangat pelaksanaan TMMD yang tidak hanya berorientasi pada penyelesaian pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperkuat hubungan dan kemanunggalan antara TNI dengan masyarakat.
Komandan Kodim 0315/Tanjungpinang sekaligus Dansatgas TMMD ke-129, Kolonel Inf Abdul Hamid, mengatakan, rampungnya pembangunan MCK merupakan hasil kerja bersama antara personel Satgas TMMD dan masyarakat.
Menurut dia, semangat gotong royong menjadi salah satu faktor penting sehingga pengerjaan sasaran fisik tersebut dapat diselesaikan sesuai dengan target.
“Alhamdulillah, pembangunan MCK sudah mencapai 100 persen. Ini merupakan hasil kerja keras dan kebersamaan personel Satgas TMMD bersama masyarakat yang sejak awal bergotong royong menyelesaikan pembangunan,” ujar Abdul Hamid, Senin (10/8/2026).
Ia mengatakan, fasilitas yang telah selesai dibangun diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung kebutuhan sanitasi dan menjaga kebersihan lingkungan.
Karena itu, fasilitas tersebut diharapkan tidak hanya dimanfaatkan, tetapi juga dirawat secara bersama-sama agar dapat digunakan dalam jangka panjang.
“Kami berharap fasilitas MCK ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana fasilitas yang sudah dibangun ini nantinya dijaga kebersihan dan dirawat bersama agar manfaatnya bisa dirasakan dalam waktu yang lama,” katanya.
Abdul Hamid menambahkan, pelaksanaan TMMD merupakan bentuk sinergi TNI bersama pemerintah daerah dan masyarakat dalam mendukung percepatan pembangunan, terutama di wilayah yang membutuhkan peningkatan sarana dan prasarana dasar.
Melalui program tersebut, pembangunan tidak hanya dilakukan secara fisik. TMMD juga menjadi sarana memperkuat semangat kebersamaan, kepedulian, serta budaya gotong royong di tengah masyarakat.
Dalam pengerjaan MCK, misalnya, personel Satgas dan masyarakat terlibat langsung dalam berbagai tahapan pembangunan. Interaksi selama pengerjaan menjadi bagian dari upaya membangun kedekatan TNI dengan warga.
Semangat tersebut sejalan dengan tujuan TMMD untuk menghadirkan pembangunan yang dapat memberikan manfaat langsung sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat.
Pembangunan fasilitas sanitasi juga menjadi salah satu langkah mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Ketersediaan MCK yang bersih dan layak diharapkan dapat mendorong penerapan pola hidup bersih dan sehat sekaligus mengurangi risiko munculnya persoalan kesehatan akibat sanitasi yang kurang memadai.
Dengan selesainya pembangunan hingga 100 persen, fasilitas tersebut kini telah memasuki tahap akhir sebelum sepenuhnya dimanfaatkan masyarakat.
Satgas TMMD berharap keberadaan MCK dapat menjadi salah satu fasilitas yang mendukung aktivitas warga sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan permukiman.
Rampungnya MCK juga menambah daftar sasaran fisik TMMD ke-129 Kodim 0315/Tanjungpinang yang terus diselesaikan. Berbagai pembangunan dalam program tersebut diarahkan agar hasilnya tidak berhenti pada penyelesaian pekerjaan, tetapi benar-benar memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
Melalui TMMD ke-129, Kodim 0315/Tanjungpinang berupaya menjaga semangat gotong royong sebagai kekuatan utama dalam pelaksanaan pembangunan di wilayah pedesaan.
Kolaborasi antara TNI dan masyarakat diharapkan terus terpelihara meskipun seluruh rangkaian TMMD nantinya telah berakhir.
Bagi masyarakat, selesainya pembangunan MCK bukan sekadar hadirnya bangunan baru. Fasilitas tersebut diharapkan menjadi sarana pendukung kehidupan sehari-hari yang lebih bersih, sehat, dan nyaman sekaligus menjadi hasil nyata dari kebersamaan antara TNI dan masyarakat dalam membangun desa.








