Batam, Jurnalkota.co.id
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Batam bersama jajaran Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Kota Batam menggelar kegiatan donor darah dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Batam, Jalan Cempaka, Kelurahan Teluk Tering, Kecamatan Batam Kota, Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Selasa (11/8/2026).
Donor darah melibatkan petugas dari sejumlah UPT Pemasyarakatan di Kota Batam. Sebelum mendonorkan darah, para peserta terlebih dahulu menjalani tahapan pemeriksaan kesehatan untuk memastikan memenuhi persyaratan sebagai pendonor.
Kepala Lapas Kelas IIA Batam, Yosafat Rizanto, mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu cara jajaran pemasyarakatan memaknai peringatan kemerdekaan melalui kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Menurut Yosafat, peringatan HUT Kemerdekaan RI tidak hanya dapat diwujudkan melalui kegiatan seremonial. Momentum kemerdekaan juga dapat diisi dengan aksi nyata yang menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.
“Semangat kemerdekaan harus kita isi dengan hal-hal yang positif dan bermanfaat. Melalui donor darah ini, kami ingin menumbuhkan semangat kepedulian dan gotong royong, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujar Yosafat.
Perkuat Solidaritas Jajaran Pemasyarakatan
Selain menjadi kegiatan sosial, donor darah tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan dan solidaritas antarpetugas pemasyarakatan di Kota Batam.
Petugas dari berbagai UPT mengikuti kegiatan secara bersama-sama dengan menjalani pemeriksaan kesehatan hingga proses pengambilan darah oleh petugas PMI.
Darah yang berhasil dihimpun diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan stok darah sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan transfusi.
Melalui kegiatan tersebut, jajaran pemasyarakatan di Kota Batam ingin membawa semangat gotong royong dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Kegiatan sosial itu sekaligus menjadi bagian dari upaya menumbuhkan kepedulian petugas terhadap kebutuhan masyarakat di luar pelaksanaan tugas sehari-hari.
Bagi Lapas Batam, semangat pengabdian tidak hanya diwujudkan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan, tetapi juga melalui keterlibatan dalam kegiatan sosial.
Donor darah dipilih karena dapat memberikan manfaat secara langsung bagi masyarakat yang membutuhkan ketersediaan darah untuk kepentingan medis.
Yosafat berharap semangat kepedulian tersebut terus terpelihara di lingkungan pemasyarakatan.
Dengan keterlibatan berbagai UPT, kegiatan itu juga menjadi ruang untuk memperkuat koordinasi dan kebersamaan antarpersonel dalam semangat memperingati kemerdekaan.
Maknai Kemerdekaan dengan Kepedulian
Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi momentum bagi jajaran Lapas Batam dan UPT Pemasyarakatan se-Kota Batam untuk menegaskan kembali nilai gotong royong dan kepedulian sosial.
Nilai tersebut diwujudkan dengan kesediaan para petugas menjadi pendonor dan menyumbangkan darah untuk masyarakat yang membutuhkan.
Setiap peserta yang akan mendonorkan darah harus melalui pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu. Tahapan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan calon pendonor memenuhi persyaratan.
Setelah dinyatakan memenuhi syarat, peserta kemudian mengikuti proses donor darah yang ditangani petugas PMI Kota Batam.
Antusiasme jajaran pemasyarakatan dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat mendorong semangat berbagi sekaligus meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya donor darah.
Ketersediaan darah menjadi kebutuhan penting dalam pelayanan kesehatan karena dapat digunakan untuk membantu pasien yang membutuhkan transfusi.
Karena itu, kegiatan donor darah yang melibatkan jajaran UPT Pemasyarakatan di Kota Batam diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian peringatan kemerdekaan, tetapi juga memberikan manfaat nyata.
Lapas Batam bersama jajaran UPT Pemasyarakatan se-Kota Batam memaknai peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dengan mengedepankan semangat gotong royong, kepedulian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Melalui kegiatan sosial tersebut, semangat kemerdekaan diharapkan tidak berhenti pada perayaan, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan yang dapat dirasakan manfaatnya oleh orang lain.
Bagi jajaran pemasyarakatan, donor darah menjadi salah satu bentuk sederhana untuk menunjukkan bahwa peringatan kemerdekaan dapat diisi dengan kontribusi sosial.
Semangat tersebut diharapkan terus tumbuh dan menjadi bagian dari kepedulian jajaran pemasyarakatan terhadap masyarakat.








