Lebak, Jurnalkota.co.id
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Banten KH Bazari Syam menilai KH Mochamad Yusuf layak dianugerahi gelar Pahlawan Nasional atas perjuangan dan pengabdiannya dalam bidang keagamaan, pendidikan, sosial, serta kemasyarakatan.
KH Mochamad Yusuf dikenal sebagai pendiri Pondok Pesantren dan Perguruan Tinggi Agama Islam Wasilatul Falah di Kabupaten Lebak, Banten.
“Perjuangan KH Mochamad Yusuf bukan hanya sebagai dai atau penceramah agama Islam, tetapi juga sebagai sosok pencerah dalam bidang sosial, pendidikan, dan kemasyarakatan,” kata Bazari di Kabupaten Lebak, Minggu (30/8/2026).
Menurut Bazari, semasa hidupnya, KH Mochamad Yusuf turut berperan dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia juga dikenal mampu menjalin hubungan baik dengan masyarakat dari berbagai latar belakang agama.
Nilai-nilai toleransi, kedamaian, kerukunan, serta persatuan yang diperjuangkan KH Mochamad Yusuf dinilai masih relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini.
Bazari mengatakan, kehidupan antarumat beragama di Banten selama ini berjalan dengan baik, damai, dan harmonis. Kondisi tersebut tidak terlepas dari peran para ulama terdahulu yang mengajarkan pentingnya menjaga persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Para ulama pendiri pondok pesantren dan lembaga pendidikan di Banten, termasuk KH Mochamad Yusuf, disebut selalu mengutamakan kedamaian, toleransi, kerukunan, serta persatuan dan kesatuan.
“Kami menilai KH Mochamad Yusuf sudah pantas meraih gelar Pahlawan Nasional. Terlebih, beliau merupakan tokoh yang pertama kali mendirikan perguruan tinggi Islam di Banten,” ujar Bazari yang juga alumnus Wasilatul Falah.
Pemkab Lebak Siapkan Pengusulan
Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Lebak Iyan Fitriyana mengatakan, Pemerintah Kabupaten Lebak mengusulkan KH Mochamad Yusuf sebagai calon Pahlawan Nasional karena dedikasi dan perjuangannya dalam memajukan pendidikan agama Islam.
Menurut Iyan, lembaga pendidikan yang dirintis KH Mochamad Yusuf telah melahirkan ribuan alumni. Mereka tidak hanya berasal dari Banten, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia.
KH Mochamad Yusuf merupakan tokoh kelahiran Kabupaten Lebak. Ia adalah putra pasangan KH Mukri dan Hj Siti Saodah.
Sejak berusia tujuh tahun, Mochamad Yusuf mulai mempelajari agama Islam dari ayahnya. Ia kemudian melanjutkan pendidikan ke sejumlah pondok pesantren di Banten dan Jawa Barat.
Setelah Indonesia merdeka, KH Mochamad Yusuf mendirikan Yayasan Wasilatul Falah atau Wasfal pada 1965. Melalui yayasan tersebut, ia merintis sejumlah lembaga pendidikan, mulai dari pondok pesantren, Perguruan Tinggi Agama Islam, Madrasah Aliyah (MA), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Diniyah.
Selain dikenal sebagai tokoh pendidikan Islam, KH Mochamad Yusuf juga tercatat dalam buku biografi Nahdlatul Ulama (NU) sebagai salah seorang pendiri NU di Kabupaten Lebak.
Atas rekam jejak tersebut, Pemerintah Kabupaten Lebak menilai KH Mochamad Yusuf layak diusulkan untuk mendapatkan gelar Pahlawan Nasional.
Dokumen Persyaratan Disiapkan
Iyan menjelaskan, proses pengusulan calon Pahlawan Nasional harus melalui sejumlah tahapan. Salah satunya adalah pelaksanaan focus group discussion (FGD) dan seminar ilmiah.
Kegiatan tersebut menjadi wadah untuk memperkuat kajian mengenai sejarah, nilai perjuangan, serta kontribusi KH Mochamad Yusuf terhadap daerah dan bangsa Indonesia.
FGD dan seminar juga digelar untuk memperkenalkan lebih luas biografi serta perjuangan KH Mochamad Yusuf kepada masyarakat.
Tahapan itu dilakukan guna memenuhi ketentuan pengusulan calon Pahlawan Nasional sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2012.
Selain kajian ilmiah, sejumlah dokumen pendukung lainnya juga telah dipersiapkan, termasuk dokumentasi foto yang berkaitan dengan perjalanan hidup dan perjuangan KH Mochamad Yusuf.
Iyan menyebutkan, sebagian besar persyaratan pengusulan telah terpenuhi. Namun, proses tersebut masih membutuhkan dukungan dari Pemerintah Provinsi Banten, termasuk Gubernur Banten Andra Soni, serta dukungan dari berbagai elemen masyarakat.
“Kami akan terus berjuang mengusulkan kepada Pemerintah Provinsi Banten agar tokoh asal Kabupaten Lebak ini dapat ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional,” kata Iyan.
Penulis: Noma
Editor: Antoni








