Lis Darmansyah Minta Warga Tak Remehkan Batuk Berkepanjangan, Bisa Jadi Gejala TBC

Jasa Maklon Sabun

Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id

Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh batuk yang berlangsung terus-menerus. Warga yang mengalami keluhan tersebut diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan karena batuk berkepanjangan dapat menjadi salah satu gejala tuberkulosis (TBC).

Peringatan tersebut disampaikan Lis Darmansyah saat meluncurkan program pelacakan atau tracing tuberkulosis yang terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kantor Kelurahan Tanjung Unggat, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Rabu (9/9/2026).

“Kalau ibu dan bapak batuk-batuk, jangan menganggap batuk itu biasa. Bisa saja kita tidak mengetahui bahwa itu gejala TBC, tahu-tahu penyakitnya sudah cukup kronis,” ujar Lis Darmansyah.

Menurut Lis Darmansyah, perubahan pola pikir masyarakat merupakan bagian penting dalam upaya mencegah dan mengendalikan penyakit. Masyarakat diharapkan tidak menunggu kondisi kesehatannya memburuk sebelum menjalani pemeriksaan.

Ia menekankan bahwa pemeriksaan sejak dini dapat mempercepat penanganan sekaligus mengurangi risiko penularan kepada orang lain, terutama anggota keluarga yang tinggal dalam satu rumah.

“Yang terpenting, pola pikir kita berubah. Lebih baik mencegah daripada mengobati,” kata Lis Darmansyah.

Lis Darmansyah menjelaskan, TBC merupakan penyakit menular yang umumnya menyerang paru-paru. Meski demikian, penyakit tersebut dapat disembuhkan apabila ditemukan sejak dini dan pasien menjalani pengobatan secara tepat serta teratur.

“Sekarang TBC merupakan penyakit yang bisa disembuhkan. Dulu susah diobati, tetapi sekarang pengobatan penyakit TBC jauh lebih mudah. Namun, keberhasilannya tergantung pada kita semua,” ujarnya.

Melalui pelacakan TBC yang diintegrasikan dengan program CKG, Lis berharap masyarakat semakin sadar dan tidak takut menjalani pemeriksaan. Deteksi dini dibutuhkan agar warga yang terindikasi menderita TBC dapat segera memperoleh penanganan.

“Semakin dini kita mengetahui, semakin cepat penanganannya. Pada intinya, kita harus menghindari risiko,” ucap Lis Darmansyah.

Lis Darmansyah juga meminta masyarakat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan anggota keluarganya. Apabila terdapat anggota keluarga yang mengalami batuk berkepanjangan atau menunjukkan gejala mengarah pada TBC, keluarga diminta mengambil inisiatif membawanya ke fasilitas pelayanan kesehatan.

“Jangan setelah terjadi baru kita sibuk, sudah parah baru sibuk. Kalau ada keluarga yang batuk terus-menerus, bapak dan ibu harus mengambil inisiatif membawanya ke fasilitas kesehatan untuk diperiksa,” kata Lis Darmansyah.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DKP2KB) Kota Tanjungpinang Rustam mengatakan, CKG dan pengendalian TBC merupakan dua program kesehatan yang saat ini menjadi prioritas pemerintah.

Program tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung target eliminasi TBC di Indonesia pada 2030. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah menemukan warga yang telah terinfeksi, tetapi belum menjalani pemeriksaan dan pengobatan.

Untuk memperkuat partisipasi masyarakat, Pemerintah Kota Tanjungpinang memperkenalkan Gerakan Antar Warga Periksa TBC atau Gasak TBC. Gerakan itu mendorong masyarakat untuk membantu menemukan warga yang mengalami gejala atau memiliki risiko tinggi tertular TBC agar segera menjalani pemeriksaan di fasilitas kesehatan.

Program pelacakan TBC kemudian diintegrasikan dengan CKG dan Gasak TBC guna mempercepat penemuan kasus. Pelaksanaannya melibatkan DKP2KB, puskesmas, kecamatan, kelurahan, kader kesehatan, tokoh masyarakat, serta sejumlah pihak terkait lainnya.

Rustam menjelaskan, pelacakan dilaksanakan di 87 lokus dengan sasaran masing-masing 100 orang. Dengan demikian, jumlah keseluruhan sasaran pemeriksaan mencapai sekitar 8.700 orang.

Pelayanan yang diberikan meliputi Cek Kesehatan Gratis, skrining TBC, pengambilan sampel dahak, dan pemeriksaan rontgen. Rangkaian kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung mulai 9 September hingga 27 November 2026.

Menurut Rustam, perkiraan jumlah kasus TBC di Kota Tanjungpinang dalam satu tahun mencapai 1.800 kasus. Namun, hingga kini baru sekitar 24 persen dari perkiraan tersebut yang berhasil ditemukan.

“Perkiraan kasus TBC di Tanjungpinang dalam satu tahun sebanyak 1.800 kasus. Sampai saat ini baru 24 persen yang bisa kita temukan. Jadi, masih cukup banyak yang harus kita cari. Oleh karena itu, kegiatan ini sangat penting,” tutur Rustam.

Selain penemuan kasus TBC, pemerintah daerah juga terus berupaya meningkatkan cakupan program CKG. Hingga saat ini, jumlah warga yang telah mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis tercatat sekitar 45.000 orang dari target 120.000 orang hingga akhir 2026.

Rustam mengatakan pemerintah akan terus memperluas pelaksanaan program tersebut agar semakin banyak masyarakat memperoleh layanan pemeriksaan kesehatan. Menurut dia, pemeriksaan CKG dalam beberapa bulan terakhir menjangkau sekitar 800 hingga 1.000 orang setiap bulan.

Dalam pelaksanaan pelacakan TBC, kader kesehatan akan melakukan penelusuran langsung dari rumah ke rumah. Langkah tersebut diperlukan untuk menemukan warga yang mengalami gejala ataupun mempunyai faktor risiko, tetapi belum mendatangi fasilitas kesehatan.

Warga yang teridentifikasi memiliki gejala akan diarahkan menjalani pemeriksaan lanjutan. Apabila dinyatakan menderita TBC, warga tersebut akan mendapatkan pengobatan dan pendampingan hingga menyelesaikan masa pengobatan.

“Masih banyak yang harus kita cari. Karena itu, keterlibatan kader dan masyarakat sangat penting untuk menemukan warga yang berisiko agar bisa segera diperiksa dan ditangani,” ujar Rustam.

Jasa Maklon Skincare Tangerang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *