Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id
Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah mengapresiasi sinergi antara Pemerintah Kota Tanjungpinang dan TNI dalam mendukung pelaksanaan program serta tugas pemerintahan.
Hal itu disampaikan Lis saat menghadiri upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI di pelataran Tugu Sirih, kawasan Tepi Laut, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Senin (5/10/2026).
“Dirgahayu TNI. Pemko selalu bersinergi dengan TNI dalam mendukung program dan tugas pemerintahan,” ucap Lis.
Peringatan HUT ke-81 TNI tahun ini mengusung tema “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”.
Upacara dipimpin Kepala Staf Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Kaskogabwilhan I) Laksamana Muda TNI Amrin Rosihan Hendrotomo sebagai inspektur upacara.
Adapun komandan upacara dijabat Mayor Laut (P) Habib Handiyantoro, yang sehari-hari bertugas sebagai Komandan KRI Silea-858.
Kepercayaan masyarakat menjadi amanah
Dalam amanat Panglima TNI yang dibacakannya, Amrin menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh prajurit serta aparatur sipil negara (ASN) TNI atas dedikasi, loyalitas, kerja keras, dan pengabdian kepada bangsa dan negara.
Amanat tersebut menekankan bahwa kepercayaan masyarakat kepada TNI merupakan kehormatan sekaligus amanah yang harus dijaga.
Penguatan institusi melalui peningkatan kesejahteraan prajurit dan ASN serta modernisasi peralatan pertahanan dan keamanan perlu diikuti peningkatan kompetensi, kesiapan, dan profesionalisme personel.
“Semakin kuat TNI dan semakin modern kemampuannya, semakin besar pula tanggung jawab yang harus kita pikul,” ujar Amrin saat membacakan amanat.
Dalam menghadapi perubahan lingkungan strategis dan perkembangan ancaman, prajurit diminta terus meningkatkan kemampuan. Kesiapan tersebut diperlukan untuk menjaga persatuan, menegakkan kedaulatan, serta melindungi kekayaan Nusantara.
Selain memperkuat kemampuan internal, TNI juga perlu membangun kerja sama dengan seluruh komponen bangsa. Sinergi itu menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas dan mendukung pembangunan.
“Bangun sinergi dengan seluruh komponen bangsa agar kekuatan TNI menjadi bagian dari kekuatan nasional dalam menjaga stabilitas, mengawal pembangunan, dan mendukung terwujudnya Indonesia yang semakin maju, berdaulat, adil, dan makmur,” kata Amrin.
Terapkan nilai PRIMA dalam pelaksanaan tugas
Amanat Panglima TNI juga menekankan pentingnya penerapan lima nilai PRIMA sebagai budaya pengabdian prajurit. Kelima nilai tersebut adalah Profesional, Responsif, Integratif, Modern, dan Adaptif.
Nilai Profesional mencakup penguasaan tugas, peningkatan kompetensi, serta pelaksanaan latihan yang realistis. Prajurit juga dituntut mematuhi hukum dan menjaga integritas dalam menjalankan tanggung jawabnya.
Sementara itu, nilai Responsif menuntut kepekaan terhadap perubahan dan kemampuan mengenali potensi ancaman sejak dini. Setiap tindakan harus dilakukan secara cepat, tepat, dan terukur.
Nilai Integratif menekankan pentingnya sinergi dengan seluruh komponen bangsa untuk menjaga stabilitas dan mengawal pembangunan.
Adapun nilai Modern berkaitan dengan penguasaan alat peralatan pertahanan dan keamanan serta teknologi. Penguatan kemampuan tersebut harus disertai kesiapan personel dalam mengoperasikan dan memanfaatkannya untuk mendukung tugas.
Nilai Adaptif mendorong prajurit untuk terus belajar, berinovasi, serta menyesuaikan kemampuan dengan perkembangan ancaman.
Kelima nilai tersebut diharapkan diterapkan secara konsisten dalam pelaksanaan tugas dan menjadi pedoman pengabdian prajurit kepada bangsa dan negara.
“Kelima nilai PRIMA tersebut perlu diterapkan secara konsisten dalam pelaksanaan tugas prajurit. Dirgahayu Tentara Nasional Indonesia. TNI PRIMA! TNI Kuat Bersama Rakyat! Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur!” kata Amrin.








