Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id
Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang menjajaki kerja sama dengan WRI Indonesia dan LooLa untuk memperkuat ketahanan air serta pengelolaan sanitasi berbasis masyarakat.
Rencana tersebut dibahas dalam audiensi yang diterima Wakil Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza di Ruang Rapat Engku Putri Raja Hamidah, Kantor Wali Kota Tanjungpinang, Kamis (8/10/2026).
Direktur Program untuk Pangan, Lahan, dan Air WRI Indonesia Tomi Haryadi mengatakan, penguatan ketahanan air menjadi salah satu fokus organisasinya. Upaya itu dilakukan melalui pengelolaan sumber daya air secara terpadu dengan mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan daerah.
“Khusus dalam bidang ketahanan air, WRI Indonesia mendorong pengelolaan sumber daya air secara terpadu yang mencakup air permukaan, air tanah, kuantitas, dan kualitas air. Pendekatan tersebut dilakukan melalui solusi berbasis alam yang disesuaikan dengan kondisi lokal dan didukung analisis risiko air,” jelas Tomi.
Ia menjelaskan, WRI Indonesia merupakan organisasi riset independen dan nirlaba yang bekerja sama dengan pemerintah, dunia usaha, lembaga multilateral, serta kelompok masyarakat sipil. Kerja sama tersebut diarahkan untuk mengembangkan solusi yang mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat sekaligus menjaga kelestarian alam.
Untuk mendukung pengelolaan air dan sanitasi, WRI Indonesia menggandeng LooLa melalui program Safe Water Garden. Program tersebut menjadi salah satu peluang kerja sama yang dibahas untuk diterapkan di Tanjungpinang.
Menurut Tomi, pelaksanaan program tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan air masyarakat dan peningkatan kualitas lingkungan. Manfaatnya juga perlu diukur agar hasilnya dapat diketahui secara nyata.
Pengukuran tersebut menggunakan pendekatan volumetric water benefit, yakni menghitung volume air yang ditangani, diolah, dan dikelola melalui program, serta menilai manfaatnya bagi sumber daya air dan masyarakat.
“Jadi, yang ingin kita ukur bukan hanya kegiatannya, tetapi dampaknya. Berapa banyak air yang ditangani, berapa volume air yang berhasil dikelola, dan manfaat apa yang dihasilkan dari program tersebut,” ujarnya.
Menanggapi rencana itu, Raja Ariza menyambut baik peluang kerja sama dengan WRI Indonesia dan LooLa. Ia mengatakan, pengelolaan air dan lingkungan merupakan bagian penting dalam pembangunan Tanjungpinang yang memiliki karakteristik wilayah pesisir.
“Kolaborasi dengan lembaga yang memiliki pengalaman dalam pengelolaan sumber daya air dan pemberdayaan masyarakat perlu dimanfaatkan untuk memperkuat program yang telah dilakukan pemerintah daerah,” ucap Raja Ariza.
Menurutnya, penanganan persoalan lingkungan perlu mencakup berbagai aspek, mulai dari kebersihan dan konservasi hingga kesehatan lingkungan, sanitasi, pengelolaan air, serta pemberdayaan masyarakat.
Ia menilai pendekatan Safe Water Garden berpeluang dikembangkan dengan menyesuaikan kondisi wilayah dan kebutuhan warga Tanjungpinang.
“Kita berharap melalui tim WRI Indonesia, dapat mengidentifikasi apa saja yang dapat diambil manfaatnya dan dikolaborasikan bersama. Program seperti ini memang kelihatannya sederhana, tetapi untuk membangun kolaborasi dan memastikan masyarakat memahami manfaatnya tentu membutuhkan proses,” katanya.
Raja Ariza menekankan, keberhasilan program juga bergantung pada keterlibatan masyarakat. Pembangunan sarana perlu diikuti pemahaman warga mengenai penggunaan dan pemeliharaan fasilitas agar manfaatnya dapat terus dirasakan.
“Yang kita harapkan adalah masyarakat sendiri menyadari manfaat dari program ini. Dengan begitu, apa yang kita lakukan bersama tidak berhenti sebagai kegiatan, tetapi dapat memberikan dampak yang berkelanjutan,” ujarnya.
Audiensi dilanjutkan dengan diskusi mengenai potensi kerja sama penguatan ketahanan air, pengelolaan air dan sanitasi berbasis masyarakat, penerapan Safe Water Garden, serta pengukuran manfaat pengelolaan air.
Selain Tomi, pertemuan dihadiri Analis Sumber Daya Air WRI Indonesia Ria Verensia; Marc van Loo, Jaya Putra, dan Elyas Purlolon dari LooLa Eco Adventure Resort; Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tanjungpinang Ahmad Yani; serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tanjungpinang Teguh Susanto.








