Batam, Jurnalkota.co.id
Suasana haru dan bahagia menyelimuti Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIA Batam saat pelaksanaan kegiatan open house Idulfitri 1447 Hijriah yang digelar selama tiga hari mulai 24 Maret 2026. Momen ini menjadi kesempatan langka bagi warga binaan untuk melepas rindu dan kembali merasakan hangatnya kebersamaan bersama keluarga.
Kegiatan open house tersebut menghadirkan nuansa berbeda dibandingkan hari kunjungan biasa. Selain menjadi ajang temu keluarga, pihak rutan juga menyuguhkan berbagai hiburan, mulai dari penampilan musik hingga area bermain anak yang menghadirkan keceriaan di tengah suasana emosional.
Sejumlah warga binaan tampak tak kuasa menahan haru saat bertemu anggota keluarga. Pelukan hangat dan percakapan penuh rindu menjadi pemandangan yang mendominasi sepanjang kegiatan berlangsung.
Salah seorang warga binaan mengaku momen tersebut menjadi kebahagiaan yang telah lama dinantikan.
“Rasanya seperti kembali pulang walau hanya sebentar. Bisa bertemu anak dan istri di hari seperti ini benar-benar menguatkan saya untuk berubah menjadi lebih baik,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Ungkapan serupa juga disampaikan salah seorang anggota keluarga yang datang berkunjung. Ia mengaku momen pertemuan itu menjadi pengobat rindu bagi keluarga.
“Yang penting kami bisa bertemu. Anak-anak sangat rindu ayahnya. Semoga ini jadi semangat untuk beliau agar bisa segera kembali ke rumah,” katanya.
Meski berlangsung penuh kehangatan, aspek keamanan dan ketertiban tetap menjadi prioritas utama. Setiap barang bawaan pengunjung diperiksa secara ketat oleh petugas sesuai prosedur guna mencegah masuknya barang terlarang ke dalam rutan.
Kepala Rutan Kelas IIA Batam, Fajar Teguh Wibowo, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk komitmen dalam menghadirkan pelayanan yang humanis sekaligus mendukung proses pembinaan warga binaan.
“Melalui open house ini, kami ingin memberikan ruang bagi warga binaan untuk memperkuat kembali ikatan emosional dengan keluarga. Dari sanalah muncul semangat untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Fajar, Rabu (25/3/2026).
Menurut Fajar, dukungan keluarga menjadi faktor penting dalam proses pembinaan. Karena itu, kegiatan ini diharapkan dapat memotivasi warga binaan untuk terus memperbaiki diri.
Lebih dari sekadar kunjungan, open house ini juga menjadi momentum refleksi bagi warga binaan untuk meningkatkan kesadaran serta mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat sebagai individu yang lebih bertanggung jawab.








