Lebak, Jurnalkota.co.id
Sebanyak 196 sekolah jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD), sekolah dasar (SD), dan sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Lebak, Banten, menerima bantuan revitalisasi dari pemerintah pusat pada 2026.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak Doddy Irawan mengatakan, program tersebut diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih layak bagi peserta didik.
“Kami berharap perbaikan sekolah melalui program revitalisasi itu membuat kegiatan belajar mengajar menjadi nyaman dan aman,” kata Doddy dalam keterangannya, Jumat (14/8/2026).
Sebanyak 196 sekolah penerima bantuan tersebut terdiri dari 74 PAUD, 83 SD, dan 39 SMP.
Menurut Doddy, sekolah penerima bantuan ditentukan berdasarkan data pemerintah pusat, termasuk Data Pokok Pendidikan (Dapodik), serta kondisi kerusakan sarana dan prasarana.
Bangunan sekolah dengan tingkat kerusakan di atas 70 persen menjadi prioritas dalam pelaksanaan program tersebut.
Hingga kini, pelaksanaan revitalisasi masih berlangsung. Namun, Disdik Kabupaten Lebak belum mengetahui total anggaran yang dialokasikan untuk program tersebut.
“Kami memastikan perbaikan sekolah melalui program revitalisasi dilaksanakan tahun ini,” ujar Doddy.
Revitalisasi mencakup pembangunan ruang kelas baru, ruang guru, perbaikan ruang kelas yang rusak, pembangunan toilet, serta penataan lingkungan sekolah.
Doddy menambahkan, pelaksanaan program tersebut juga dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Sebab, proses perbaikan dan pembangunan sekolah melibatkan berbagai unsur, termasuk komite sekolah dan warga setempat.
Menurut dia, program revitalisasi merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam meningkatkan pelayanan pendidikan sekaligus menyediakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.
Program tersebut juga diharapkan dapat mendorong pemerataan standar sarana dan prasarana pendidikan sehingga kondisi sekolah di daerah tidak tertinggal dibandingkan sekolah di perkotaan.
“Kami menyambut baik program revitalisasi dari pemerintah pusat. Selain menyerap tenaga kerja, program ini juga mendukung peningkatan mutu dan kualitas satuan pendidikan sesuai harapan Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan Generasi Emas 2045,” kata Doddy.
Penulis: Noma
Editor: Antoni










