Jakarta, Jurnalkota.co.id
Sebanyak 2.000 murid Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dari delapan kecamatan di Jakarta Barat mengikuti Lomba Gerak Cermat Primagro yang digelar di Wisma Siti Mariyam, Kedoya Utara, Kebon Jeruk, Kamis (20/11/2025).
Kegiatan dibuka oleh Bunda PAUD Jakarta Barat, Lisniawati Uus Kuswanto. Hadir dalam acara ini Camat Kebon Jeruk Agus Mulyadi, Bunda PAUD kecamatan se-Jakarta Barat, para guru pendamping PAUD, serta aparat wilayah setempat.
Dalam sambutannya, Lisniawati menekankan bahwa usia dini merupakan masa emas perkembangan anak. Pada periode ini, kata dia, pondasi karakter, kecerdasan, hingga keterampilan sosial mulai terbentuk.
“Gerak Cermat bagi anak usia dini sangat bagus karena menjadi contoh pembelajaran kreatif yang menyenangkan. Anak-anak belajar sambil bermain, tidak hanya melatih ketangkasan fisik, tetapi juga mengasah kemampuan berpikir, kerja sama, dan disiplin,” ujar Lisniawati.
Ia menambahkan, suasana belajar yang menyenangkan akan menstimulasi kemampuan motorik, ekspresi, dan interaksi sosial anak. Dalam proses tersebut, peran orangtua dan pendidik sangat penting.
Menurut dia, orangtua menjadi penopang perilaku hidup sehat anak dengan pemenuhan gizi seimbang, sementara guru berperan mendorong anak bergerak aktif dan berkreasi.
“Guru harus mampu membuat inovasi yang menarik bagi anak usia dini dengan menyediakan wadah belajar sambil bermain,” lanjutnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Lomba Gerak Cermat, Nur Aini, menjelaskan bahwa kegiatan yang melibatkan 2.000 peserta ini dirancang sebagai aktivitas gerak yang menyenangkan untuk mengembangkan keterampilan motorik, fokus, dan kerja sama tim.
Selain lomba gerak dan lagu, acara juga dilengkapi berbagai aktivitas edukatif, seperti storytelling, permainan interaktif, dan arena bermain anak.
Nur Aini menyampaikan apresiasi kepada HIMPAUDI (Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia) atas dukungan penuh pada penyelenggaraan kegiatan.
“HIMPAUDI memastikan kompetisi ini selaras dengan kurikulum PAUD dan membawa nilai edukatif yang bermakna,” ujarnya. (Red)










