Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id
Sebanyak 235 warga Kota Tanjungpinang yang tercatat dalam Desil 1 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) mulai mengaktifkan Kartu Bima Sakti di Kantor Bank BTN Kilometer 9, Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Minggu (16/8/2026).
Aktivasi rekening dilakukan sehari sebelum Kartu Bima Sakti resmi diluncurkan Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang. Peluncuran program tersebut dijadwalkan berlangsung di Kantor Wali Kota Tanjungpinang, Senin (17/8/2026), bertepatan dengan rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dalam pelaksanaan program tersebut, Pemko Tanjungpinang bekerja sama dengan Bank BTN untuk membuka dan mengaktifkan rekening penerima serta menyalurkan bantuan melalui Kartu Bima Sakti.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tanjungpinang Teguh Susanto mengatakan, sebanyak 235 warga tersebut menjadi penerima tahap awal Kartu Bima Sakti. Seluruh penerima tercatat dalam Desil 1 DTSEN.
“Untuk peluncuran semuanya ada 235 orang. Seluruh penerima terafiliasi di Desil 1 data DTSEN,” kata Teguh.
Menurut Teguh, penerima tahap awal merupakan warga yang dalam tiga tahun terakhir belum mendapatkan bantuan dan belum memperoleh intervensi program bantuan dari Kementerian Sosial.
Penetapan penerima dengan kriteria tersebut dilakukan agar bantuan dapat menjangkau warga yang selama ini belum terakomodasi dalam program perlindungan sosial lainnya.
Pada peluncuran Kartu Bima Sakti, masing-masing penerima akan mendapatkan bantuan uang senilai Rp200.000 yang disalurkan melalui rekening yang terhubung dengan kartu tersebut. Mereka juga akan menerima bantuan berupa paket sembako.
Bantuan itu menjadi tahap awal pemanfaatan Kartu Bima Sakti sebagai sarana penyaluran program kepada masyarakat. Ke depan, kartu tersebut dirancang untuk menyalurkan berbagai bentuk bantuan dari sejumlah sumber, termasuk bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
Teguh mengatakan, warga yang belum sempat mengikuti aktivasi di Bank BTN pada Minggu tetap dapat menyelesaikan proses tersebut sebelum penyaluran bantuan dilakukan.
“Bagi warga yang belum sempat melakukan aktivasi hari ini, besok masih bisa dilakukan di Kantor Wali Kota Tanjungpinang sebelum proses penyaluran bantuan,” ujar Teguh.
Kartu Bima Sakti tidak hanya disiapkan sebagai sarana bagi masyarakat untuk menerima bantuan. Pemko Tanjungpinang juga membangun sistem yang mengintegrasikan data penerima manfaat, mulai dari pendataan, survei, verifikasi, hingga pencatatan riwayat bantuan.
Melalui sistem tersebut, setiap penerima memiliki satu identitas yang terhubung dengan data dan riwayat bantuan. Pemerintah dapat mengetahui jenis bantuan yang pernah diterima oleh setiap warga serta sumber program yang menyalurkannya.
Integrasi data tersebut juga diharapkan dapat mengurangi potensi penerima ganda dalam penyaluran bantuan. Dengan pencatatan yang terpusat, pemerintah dapat melakukan pemantauan dan evaluasi untuk memastikan program diberikan kepada warga yang memenuhi kriteria.
Salah seorang penerima Kartu Bima Sakti, Juwita, mengaku bersyukur setelah menyelesaikan proses aktivasi di Bank BTN. Warga Kijang Lama, Tanjungpinang, tersebut mengatakan proses aktivasi kartu berlangsung dengan mudah.
“Alhamdulillah, bersyukur, senang sekali lolos. Proses aktivasi tadi juga mudah. Kami besok disuruh datang ke kantor wali kota,” kata Juwita.
Juwita berharap program Kartu Bima Sakti dapat membantu memenuhi kebutuhan keluarganya. Ia mengaku pernah menerima bantuan, tetapi bantuan tersebut terakhir diterimanya beberapa tahun lalu.
Setelah itu, Juwita tidak lagi tercatat sebagai penerima bantuan. Padahal, keluarganya masih menghadapi berbagai kebutuhan, mulai dari biaya tempat tinggal hingga pendidikan anak.
“Harapan ke depannya, mudah-mudahan program Kartu Bima Sakti ini bisa membantu kehidupan kami. Apalagi saya masih mengontrak rumah, anak masih sekolah, dan suami bekerja di toko bangunan. Semoga bantuan ini bermanfaat untuk kami,” tuturnya.
Menurut Juwita, bantuan yang diterima akan digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga. Ia juga berharap program tersebut dapat terus memberikan manfaat bagi warga yang membutuhkan.
Juwita turut menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang atas bantuan yang diberikan melalui program Kartu Bima Sakti.
“Terima kasih banyak atas semua bantuannya. Semoga menjadi berkah. Amin ya Rabbal Alamin,” ujar Juwita.
Peluncuran Kartu Bima Sakti menjadi langkah awal Pemko Tanjungpinang dalam mengintegrasikan data penerima dan proses penyaluran bantuan. Dengan sistem tersebut, bantuan diharapkan dapat disalurkan secara lebih tertib, tercatat, dan tepat sasaran.









