Lingga, Jurnalkota.co.id
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIPOL) Raja Haji yang ditempatkan di Desa Resun, Kecamatan Lingga Utara, menggelar program pengabdian masyarakat di SD 001 Lingga Utara, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), pada Jumat (15/8/2025).
Fokus kegiatan tersebut adalah peningkatan kemampuan numerasi atau keterampilan berhitung dan pemahaman konsep dasar matematika di kalangan siswa sekolah dasar. Para mahasiswa merancang metode pembelajaran yang interaktif agar anak-anak lebih bersemangat dan mudah memahami materi.
Metode yang digunakan antara lain permainan edukasi, latihan soal berbasis cerita, hingga kuis kelompok. Dengan cara ini, siswa tidak hanya diajak menghafal rumus, tetapi juga belajar menerapkan matematika dalam kehidupan sehari-hari.
Dorong minat belajar matematika
Ketua KKN Desa Resun, Muhammad Zainal, menjelaskan bahwa kegiatan numerasi menjadi salah satu program kerja unggulan kelompoknya. Menurut Zainal, matematika kerap dianggap sulit oleh siswa sekolah dasar, sehingga diperlukan pendekatan yang lebih menyenangkan.
“Kami ingin menumbuhkan minat anak-anak terhadap matematika dengan cara yang ringan dan menyenangkan. Harapannya, mereka tidak hanya bisa berhitung, tetapi juga memahami manfaatnya untuk kehidupan sehari-hari, seperti saat berbelanja, mengukur, atau mengatur waktu,” ujar Zainal.
Zainal menambahkan, program ini juga mendukung upaya pemerintah meningkatkan literasi numerasi di kalangan generasi muda. “Kegiatan seperti ini sejalan dengan semangat Merdeka Belajar yang menekankan kreativitas dan kemandirian siswa,” katanya.
Apresiasi dari pihak sekolah
Guru SD 001 Lingga Utara, Siti Aminah, menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN. Menurut Siti, metode pembelajaran yang dikemas dengan permainan membuat siswa lebih antusias dan tidak cepat bosan.
“Kami melihat anak-anak sangat senang mengikuti kegiatan ini. Mereka jadi lebih berani menjawab pertanyaan, lebih aktif dalam diskusi, dan terlihat percaya diri saat menyelesaikan soal,” kata Siti.
Siti berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan, baik oleh mahasiswa KKN angkatan berikutnya maupun melalui kolaborasi dengan pihak sekolah.
Dampak positif bagi siswa
Sejumlah siswa yang ikut serta juga mengaku senang dengan metode belajar baru yang diberikan. Mereka merasa matematika tidak lagi menakutkan, justru lebih mudah dipahami ketika dikaitkan dengan cerita dan permainan.
Dengan semangat kolaborasi antara mahasiswa, guru, dan siswa, kegiatan numerasi ini diharapkan mampu memberikan dampak positif, tidak hanya terhadap prestasi belajar, tetapi juga dalam menumbuhkan rasa percaya diri anak-anak.
Program ini juga menjadi bukti nyata peran mahasiswa dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.








