Lebak, Jurnalkota.co.id
Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Lebak menargetkan penghimpunan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sebesar Rp9 miliar pada 2026. Target tersebut meningkat dibandingkan 2025 yang dipatok Rp8,5 miliar.
Komisioner Baznas Kabupaten Lebak Bidang Pengumpulan ZIS dan Dana Sosial Keagamaan, Adjibulwathoni, mengatakan pihaknya optimistis target 2026 dapat tercapai. Pada 2025, realisasi penghimpunan ZIS mencapai Rp8,051 miliar atau mendekati target yang ditetapkan.
“Kami optimistis target ZIS Rp9 miliar bisa terealisasi. Tahun 2025, target Rp8,5 miliar hampir tercapai,” kata Adjibulwathoni di Lebak, Senin (5/1/2026).
Ia menjelaskan, selama ini perolehan zakat profesi didominasi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lebak, termasuk pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Selain itu, Baznas Lebak juga menjalin kerja sama dengan perusahaan swasta serta menerima zakat dari para muzaki, infak, dan sedekah masyarakat.
Pada 2026, Baznas Lebak memperkuat basis penghimpunan dengan membentuk unit pengelola zakat (UPZ) di tingkat desa dan kelurahan. Hingga kini, sebanyak 240 UPZ telah terbentuk dan dapat menerima zakat serta dana sosial keagamaan lainnya, seperti kurban, fidyah, kafarat, akikah, dan zakat luqathah (barang temuan).
Adjibulwathoni menambahkan, sekitar 70 persen dana yang dihimpun melalui UPZ didistribusikan kepada delapan golongan penerima zakat (asnaf), yakni fakir, miskin, amil, mualaf, riqab, gharim, fisabilillah, dan ibnu sabil. Selain itu, dana ZIS juga dialokasikan untuk program pendidikan melalui beasiswa, pemberdayaan ekonomi, program kemanusiaan, advokasi, dan dakwah.
“Dana zakat dan dana sosial keagamaan yang terkumpul kami salurkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Budiman (57), warga Kalanganyar, Kabupaten Lebak, mengaku terbantu dengan bantuan bahan pokok dari Baznas Lebak. Ia menerima beras 25 kilogram, lauk pauk, serta bantuan tunai.
“Bantuan ini sangat meringankan beban ekonomi keluarga. Kami tidak perlu membeli beras selama sekitar dua bulan,” kata Budiman.
Penulis: Noma
Editor: Antoni








