Kuantan Singingi, Jurnalkota.co.id
Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) mulai mematangkan persiapan pelaksanaan Festival Pacu Jalur Nasional 2026 dengan memperkuat kolaborasi bersama dunia usaha. Sinergi tersebut dinilai penting untuk memastikan seluruh rangkaian agenda budaya tahunan yang menjadi kebanggaan masyarakat Kuansing dapat berlangsung sukses sekaligus memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan perekonomian daerah.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Ekspose Persiapan Festival Pacu Jalur Nasional 2026 yang dipimpin Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kuantan Singingi, Muklisin, di Ruang Rapat Multimedia, Teluk Kuantan, Senin (13/7/2026) pagi.
Rapat itu dihadiri sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), panitia pelaksana, serta perwakilan perusahaan yang beroperasi di wilayah Kuansing. Dari 40 perusahaan yang diundang, sebanyak 26 perusahaan hadir mengikuti rapat, sedangkan 14 perusahaan lainnya tidak dapat menghadiri pertemuan tersebut.
Dalam arahannya, Muklisin menegaskan bahwa Festival Pacu Jalur bukan sekadar perlombaan perahu tradisional yang digelar setiap tahun. Lebih dari itu, tradisi tersebut merupakan warisan budaya yang telah melekat kuat dalam kehidupan masyarakat Kuantan Singingi dan menjadi identitas daerah yang harus terus dijaga keberlangsungannya.
Menurutnya, pelestarian budaya tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah daerah. Dukungan dunia usaha, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting agar Festival Pacu Jalur terus berkembang dan semakin dikenal, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Pacu Jalur merupakan budaya yang sudah mengakar di tengah masyarakat Kuantan Singingi. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaga, melestarikan, dan mendukung pelaksanaannya agar terus berkembang dari tahun ke tahun,” kata Muklisin.
Ia berharap seluruh perusahaan yang menjalankan aktivitas usaha di Kabupaten Kuantan Singingi dapat menunjukkan kepedulian terhadap daerah melalui dukungan terhadap penyelenggaraan Festival Pacu Jalur. Partisipasi tersebut dinilai sebagai bentuk kontribusi nyata dalam menjaga warisan budaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Muklisin menambahkan, setiap penyelenggaraan Festival Pacu Jalur selalu memberikan dampak berganda (multiplier effect) bagi masyarakat. Kehadiran ribuan pengunjung dan wisatawan mampu menggerakkan sektor usaha, mulai dari perdagangan, kuliner, perhotelan, transportasi hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Karena itu, ia mengajak seluruh pihak memanfaatkan momentum tersebut sebagai sarana memperkuat citra Kuantan Singingi sebagai salah satu destinasi wisata budaya unggulan di Provinsi Riau.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kuantan Singingi, Emerson, mengatakan Festival Pacu Jalur merupakan agenda budaya terbesar di Kuansing yang setiap tahun menjadi magnet bagi wisatawan dari berbagai daerah, bahkan mancanegara.
Menurut Emerson, festival tersebut tidak hanya berfungsi sebagai upaya pelestarian budaya lokal, tetapi juga menjadi penggerak utama sektor pariwisata yang mampu meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat selama pelaksanaan kegiatan.
“Festival Pacu Jalur bukan hanya melestarikan budaya, tetapi juga memberikan dampak besar terhadap sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat. Karena itu, kolaborasi seluruh pihak sangat diperlukan agar pelaksanaannya berjalan sukses,” ujar Emerson.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi terus melakukan berbagai persiapan agar pelaksanaan Festival Pacu Jalur Nasional 2026 berlangsung lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Persiapan tersebut meliputi aspek teknis perlombaan, penataan kawasan penyelenggaraan, promosi wisata, hingga koordinasi lintas instansi.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia Festival Pacu Jalur Nasional 2026, Andi Cahyadi, memaparkan kebutuhan anggaran penyelenggaraan festival tahun ini mencapai sekitar Rp6,6 miliar.
Namun, hingga pertengahan Juli 2026, dana yang tersedia baru sekitar Rp1,2 miliar. Dengan demikian, masih terdapat kekurangan anggaran yang cukup besar untuk mendukung seluruh rangkaian kegiatan yang telah direncanakan.
Andi mengatakan, kondisi tersebut menjadi tantangan yang harus segera diatasi melalui kerja sama seluruh pihak, khususnya perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kuantan Singingi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).
Menurutnya, dukungan dari sektor swasta sangat dibutuhkan agar seluruh agenda Festival Pacu Jalur, mulai dari persiapan, pelaksanaan hingga penutupan, dapat berjalan sesuai rencana tanpa mengurangi kualitas penyelenggaraan.
Selain mengandalkan dukungan perusahaan, panitia juga terus menjalin komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan guna mencari solusi atas kebutuhan anggaran yang masih belum terpenuhi.
“Kami optimistis dengan dukungan Pemerintah Daerah, perusahaan, dan seluruh elemen masyarakat, kebutuhan pelaksanaan Festival Pacu Jalur dapat dipenuhi sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan sesuai rencana,” kata Andi.
Festival Pacu Jalur Nasional 2026 dijadwalkan berlangsung pada 19 hingga 23 Agustus 2026 di Tepian Narosa, Teluk Kuantan. Agenda tahunan ini diproyeksikan kembali menjadi salah satu atraksi budaya terbesar di Riau yang mampu menarik ribuan pengunjung sekaligus memperkuat posisi Pacu Jalur sebagai warisan budaya yang terus hidup di tengah masyarakat Kuantan Singingi.








