Jakarta, Jurnalkota.co.id
Delegasi Bank Dunia, Kementerian Energi Inggris, serta perwakilan universitas dari Inggris dan Australia mengunjungi Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Pesakih UPRS V, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, Selasa (27/1/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka studi dan penelitian terkait pengelolaan rumah susun serta pengembangan hunian perkotaan yang berkelanjutan. Rombongan terdiri atas perwakilan lembaga internasional, akademisi, dan peneliti dari berbagai institusi, di antaranya International Finance Corporation (IFC) Bank Dunia, Department for Energy Security and Net Zero (DESNZ) Inggris, University of New South Wales (UNSW) Australia, University College London (UCL), Universitas Trisakti, serta lembaga riset Ferbos.
Delegasi disambut langsung Kepala UPRS V Rusunawa Pesakih, Muhammad Ali, beserta jajaran pengelola. Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau sejumlah unit hunian, fasilitas umum, serta lingkungan sekitar rusun. Selain itu, dilakukan diskusi dengan pengelola dan dialog bersama penghuni untuk menggali informasi mengenai sistem pengelolaan, pemanfaatan energi, serta dinamika sosial kehidupan warga rusun.
Muhammad Ali menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Rusunawa Pesakih sebagai lokasi kunjungan dan penelitian oleh lembaga internasional. Menurut dia, kunjungan ini menjadi kesempatan penting untuk memperlihatkan kondisi riil hunian vertikal sekaligus menerima masukan untuk peningkatan kualitas pengelolaan.
“Kami menyambut baik kunjungan Bank Dunia, Kementerian Energi Inggris, serta akademisi dari Inggris dan Australia. Ini menjadi ruang pembelajaran bersama untuk meningkatkan kualitas pengelolaan dan pelayanan kepada warga, sekaligus melatih kesiapan aparatur rusun dalam mendukung Jakarta sebagai kota global,” ujar Muhammad Ali.
Ia menegaskan bahwa kunjungan tersebut dipandang bukan sebagai inspeksi, melainkan sebagai proses kolaboratif. Setiap data dan statistik, kata dia, berkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari penghuni rusun, mulai dari anak-anak yang bersekolah hingga lansia yang membutuhkan rasa aman dan nyaman.
“Kami berharap kolaborasi ini dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas hunian, penguatan komunitas, serta terwujudnya kota yang lebih berkelanjutan,” kata Ali.
Perwakilan delegasi menilai Rusunawa Pesakih sebagai objek penting dalam kajian perumahan rakyat, efisiensi energi, dan keberlanjutan hunian di kawasan perkotaan negara berkembang. Data lapangan yang dihimpun akan menjadi bahan kajian akademik serta dasar rekomendasi kebijakan di tingkat nasional maupun internasional.
Pihak UPRS V berharap kunjungan tersebut tidak berhenti pada kegiatan penelitian, tetapi dapat membuka peluang kerja sama lanjutan, termasuk dukungan program perbaikan fasilitas, penguatan sistem pengelolaan, serta peningkatan kesejahteraan penghuni Rusunawa Pesakih.
Penulis: Awal
Editor: Antoni








