Jakarta, Jurnalkota.co.id
Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Barat menjajaki kerja sama strategis dengan Universitas Respati Indonesia (Urindo) untuk memperkuat program pemberdayaan masyarakat. Kecamatan Tambora ditetapkan sebagai wilayah percontohan dalam upaya penanggulangan kemiskinan ekstrem.
Penjajakan kerja sama tersebut ditandai dengan pembahasan awal Nota Kesepakatan (MoU) yang difokuskan pada peningkatan kesejahteraan warga secara berkelanjutan.
Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah mengatakan kolaborasi ini merupakan bagian dari pendekatan pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya guna mendorong transformasi Jakarta menuju kota global.
“Kerja sama ini diharapkan tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga aplikatif dan mampu memberikan dampak nyata bagi kemandirian masyarakat,” ujar Iin saat memimpin rapat di Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Senin (23/2/2026).
Sebagai tahap awal, Tambora akan menjadi lokus pelaksanaan program lintas sektor. Intervensi difokuskan pada penguatan ekonomi warga, termasuk peningkatan kapasitas pelaku usaha konveksi serta pemberdayaan masyarakat agar lebih mandiri secara ekonomi.
Selain sektor ekonomi, dua bidang prioritas lain yang akan segera direalisasikan ialah kesehatan dan pertanian perkotaan (urban farming).
“Dua sektor ini menjadi prioritas karena menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat dan akan dijadikan sebagai pilot project,” katanya.
Sementara itu, Rektor Urindo Cicilia Windiyaningsih menyatakan kesiapan pihaknya mendukung rencana tersebut sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
“Pada prinsipnya kami mendukung dua prioritas utama yang diusulkan Pemkot Jakarta Barat. Untuk proses MoU, kami akan segera mengajukan ke Biro Kerja Sama Daerah Pemprov DKI Jakarta,” ujarnya.
Ia menambahkan, ruang lingkup kerja sama nantinya mencakup enam bidang, yakni pendidikan, kesehatan, pertanian perkotaan, ekonomi dan pemberdayaan UMKM, sosial budaya, serta lingkungan hidup.
Pembahasan teknis terkait MoU dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) akan dilakukan secara intensif melalui pertemuan daring maupun luring. Hasil akhir kesepakatan selanjutnya diajukan ke Biro Kerja Sama Daerah Pemprov DKI Jakarta untuk mendapatkan pengesahan.
Rapat tersebut turut dihadiri perwakilan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III, jajaran pimpinan Urindo, Camat Tambora, serta para kepala Suku Dinas dan unit kerja terkait di lingkungan Pemkot Jakarta Barat.
Penulis: Awal
Editor: Antoni








