Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id
Pemerintah Kota Tanjungpinang menggelar Safari Ramadan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Masjid Nurul Iman, Senin (23/2/2026) malam. Dalam kegiatan tersebut, Pemko menyerahkan bantuan sebesar Rp10 juta untuk mendukung operasional masjid selama Ramadan 1447 Hijriah.
Safari Ramadan ini menjadi agenda perdana Pemko pada bulan suci tahun ini dan dijadwalkan berlanjut ke sejumlah masjid lainnya di Kota Tanjungpinang dalam beberapa hari ke depan.
Kegiatan diawali dengan salat Isya dan Tarawih berjemaah yang diikuti Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah, Wakil Wali Kota Raja Ariza, Sekretaris Daerah Zulhidayat, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), serta unsur Forkopimda bersama masyarakat.
Dalam sambutannya, Lis Darmansyah menyampaikan bahwa Ramadan merupakan bulan penuh berkah sekaligus momentum untuk meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT.
Ia mengutip Surah Al-Baqarah ayat 183 tentang kewajiban berpuasa bagi orang-orang beriman agar mencapai derajat takwa.
“Takwa bukan hanya banyaknya ibadah, tetapi bagaimana ibadah itu semakin ikhlas, semakin khusyuk, dan semakin mampu menjaga diri dari perbuatan maksiat,” ujar Lis Darmansyah.
Menurut Lis Darmansyah, puasa tidak sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga membentuk pribadi yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, tausiyah Ramadan disampaikan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tanjungpinang, Ustaz Bambang Maryono. Ia mengajak jemaah menjadikan Ramadan sebagai momentum memperbaiki diri serta memperkuat ukhuwah Islamiyah.
Warga Apresiasi Kehadiran Pemko
Kehadiran jajaran Pemko dan Forkopimda mendapat respons positif dari jemaah. Sejumlah warga menilai Safari Ramadan menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat.
Salah seorang pengurus Masjid Nurul Iman, Ahmad (52), mengatakan bantuan operasional tersebut sangat membantu kebutuhan masjid selama Ramadan, terutama untuk mendukung kegiatan ibadah dan konsumsi jemaah.
“Alhamdulillah, bantuan ini tentu sangat bermanfaat. Selama Ramadan, aktivitas di masjid meningkat, mulai dari tarawih, tadarus, hingga kegiatan anak-anak. Kehadiran langsung wali kota dan jajaran juga membuat kami merasa diperhatikan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Ratih (34), warga sekitar masjid. Ia menilai Safari Ramadan bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat.
“Dengan datang langsung ke masjid-masjid, pemerintah bisa melihat kondisi masyarakat secara nyata. Kami berharap kegiatan seperti ini rutin dilakukan,” katanya.
Pemko Tanjungpinang berharap Safari Ramadan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga memperkuat kebersamaan dalam membangun kota yang religius dan harmonis.








