Lebak, Jurnalkota.co.id
Tim SAR gabungan menemukan jenazah seorang nelayan yang sebelumnya dilaporkan tenggelam akibat kecelakaan laut di perairan Kampung Kembang Ranjang, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Banten.
Korban diketahui bernama Masriya (40), warga Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak.
“Korban merupakan seorang nelayan bernama Masriya (40), warga Wanasalam, Kabupaten Lebak,” kata Kepala Kantor Basarnas Banten Al Amrad, Rabu (11/3/2026).
Ia menjelaskan, korban ditemukan pada hari ketiga pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) oleh tim gabungan.
Tim SAR yang terlibat dalam operasi tersebut terdiri dari Basarnas Banten, Unit Siaga SAR Lebak, Polairud Binuangeun, Pos TNI AL Binuangeun, serta masyarakat setempat.
Pada operasi SAR hari ketiga (H.3), tim pencarian dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU).
SRU 1 melakukan pencarian menggunakan rubber boat Basarnas dengan luas area pencarian sekitar 5,5 nautical mile dari lokasi kejadian perkara (LKP).
Sementara itu, SRU 2 melakukan penyisiran darat dari lokasi kejadian ke arah barat dan timur dengan jangkauan masing-masing sekitar 3 kilometer.
Upaya pencarian akhirnya membuahkan hasil pada pukul 10.24 WIB, ketika tim SAR gabungan menemukan korban sekitar 5 kilometer dari lokasi kejadian.
Korban ditemukan pada koordinat 6°49’19.39″S dan 105°56’0.29″E dalam kondisi meninggal dunia.
Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi oleh tim SAR gabungan dan diserahkan kepada pihak keluarga di rumah duka di wilayah Kecamatan Wanasalam.
Setelah proses evakuasi selesai, seluruh unsur yang terlibat melaksanakan debriefing pada pukul 11.10 WIB.
Berdasarkan hasil evaluasi, operasi SAR dinyatakan berhasil dan diusulkan untuk ditutup.
Dengan ditemukannya korban, seluruh unsur SAR yang terlibat kemudian kembali ke satuan masing-masing.
Basarnas juga menyampaikan apresiasi atas kerja sama seluruh pihak yang terlibat dalam operasi pencarian tersebut.
Ke depan, masyarakat pesisir diimbau untuk selalu meningkatkan kewaspadaan serta memperhatikan faktor keselamatan saat melakukan aktivitas di laut.
Penuli: Noma
Editor: Antoni







