BPBD Lebak Catat 174 Bencana Sejak Awal 2026, Enam Orang Meninggal Dunia

Jasa Maklon Sabun

Lebak, Jurnalkota.co.id

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Banten, mencatat sebanyak 174 kejadian bencana alam terjadi sepanjang Januari hingga pertengahan April 2026. Dari jumlah tersebut, enam orang dilaporkan meninggal dunia akibat tenggelam.

Kepala BPBD Kabupaten Lebak, Sukanta, mengatakan sebagian besar bencana yang terjadi dipicu oleh cuaca ekstrem yang masih berpotensi berlangsung dalam beberapa hari ke depan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, karena potensi cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi,” ujar Sukanta di Lebak, Rabu (22/4/2026).

Ia merinci, dari total 174 kejadian bencana tersebut, didominasi oleh angin puting beliung sebanyak 77 titik, disusul tanah bergerak dan longsor di 64 titik, banjir di 16 titik, serta kebakaran di 11 titik.

Selain menimbulkan kerusakan di sejumlah wilayah, bencana tersebut juga menyebabkan korban jiwa. “Kami belum dapat memastikan total kerugian material, namun terdapat enam korban meninggal dunia akibat tenggelam di pesisir pantai dan aliran sungai,” kata dia.

Sukanta menjelaskan, BPBD Lebak hingga kini masih dalam kondisi siaga menghadapi potensi cuaca ekstrem yang ditandai hujan lebat disertai angin kencang serta petir.

Menurut dia, kondisi tersebut umumnya terjadi pada sore hingga malam hari, sehingga masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana diminta meningkatkan kewaspadaan guna meminimalkan risiko.

BPBD Lebak juga telah memetakan sejumlah daerah rawan bencana, di antaranya Kecamatan Bayah, Sobang, Lebakgedong, Cigemblong, Bojongmanik, Cibeber, Muncang, Gunungkencana, Cipanas, Cileles, Cimarga, Cikulur, Leuwidamar, dan Cilograng.

Selain itu, wilayah lain yang juga masuk kategori rawan meliputi Kecamatan Rangkasbitung, Cibadak, Kalanganyar, Maja, Curugbitung, Banjarsari, Wanasalam, Cihara, dan Malingping.

Dalam penanganan bencana, BPBD Lebak terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), PLN, kepolisian, TNI, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, hingga relawan.

“Kami terus berkolaborasi agar penanganan kebencanaan dapat dilakukan secara cepat dan tepat,” kata Sukanta.

 

Penulis: Noma
Editor: Antoni

Jasa Maklon Skincare Tangerang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *