Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id
Terik matahari siang itu menyengat kawasan Jalan Usman Harun, Kota Tanjungpinang, Jumat (27/3/2026). Di tengah kondisi lahan yang mulai mengering, sejumlah personel Polresta Tanjungpinang tampak menyusuri area tersebut menggunakan kendaraan dinas.
Mereka bukan sekadar berpatroli, tetapi juga membawa misi penting: mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kerap menjadi ancaman di musim panas.
Patroli tersebut dipimpin personel Satuan Samapta, yakni Aipda John Rihat Hutabarat bersama Bripka Nopi Adi dan Bripda M. Ridho Kurniawan. Mereka menyisir sejumlah titik yang dinilai rawan, sekaligus berhenti di beberapa lokasi untuk berinteraksi langsung dengan warga.
Di sebuah pondok sederhana di pinggir lahan, petugas menyapa warga yang tengah beristirahat. Percakapan hangat pun terjadi. Polisi memberikan imbauan agar warga tidak membuka lahan dengan cara dibakar, serta mengingatkan bahaya membuang puntung rokok sembarangan.
“Kami hanya mengingatkan, jangan sampai hal kecil memicu kebakaran besar. Kalau ada tanda-tanda kebakaran, segera laporkan,” ujar salah satu petugas kepada warga.
Imbauan tersebut disambut positif. Seorang warga setempat, Rudi (45), mengaku kegiatan patroli seperti ini sangat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat.
“Kadang orang tidak sadar kalau membakar sampah itu bisa berbahaya, apalagi saat cuaca panas. Dengan adanya polisi yang datang langsung seperti ini, kami jadi lebih waspada,” kata Rudi.
Ia menambahkan, sebagian warga memang masih memiliki kebiasaan membersihkan lahan dengan cara dibakar karena dianggap lebih praktis. Namun, menurutnya, kebiasaan tersebut perlahan mulai ditinggalkan seiring meningkatnya sosialisasi dari aparat.
Kasat Samapta Polresta Tanjungpinang AKP Adam Yulizar Sasono mengatakan, patroli ini tidak hanya bertujuan menjaga keamanan, tetapi juga sebagai langkah preventif untuk mendeteksi potensi kebakaran sejak dini.
“Personel melakukan pengecekan dan kontrol di titik-titik rawan. Ini penting agar potensi kebakaran bisa segera diantisipasi sebelum meluas,” ujar Adam.
Menurut Adam, keterlibatan masyarakat menjadi kunci utama dalam pencegahan karhutla. Oleh karena itu, pendekatan humanis melalui edukasi langsung terus dilakukan.
“Kesadaran masyarakat sangat penting. Kami mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga lingkungan, dimulai dari hal kecil di sekitar kita,” katanya.
Adam menegaskan, patroli karhutla akan terus dilakukan secara rutin, terutama di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.
Selain patroli, pihaknya juga mengingatkan masyarakat untuk segera melapor apabila menemukan indikasi kebakaran atau aktivitas mencurigakan.
“Kami membuka layanan darurat melalui nomor 110. Laporan dari masyarakat sangat membantu dalam penanganan cepat di lapangan,” ujarnya.
Meski hasil patroli kali ini menunjukkan situasi aman dan terkendali, kewaspadaan tetap harus dijaga. Terlebih, kondisi cuaca panas dan kering berpotensi meningkatkan risiko kebakaran.
Dengan sinergi antara aparat dan masyarakat, Polresta Tanjungpinang berharap potensi karhutla dapat ditekan, sehingga lingkungan tetap terjaga dan aktivitas warga dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.








