Batam, Jurnalkota.co.id
Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Kepulauan Riau (Kepri) terus menggencarkan edukasi keselamatan berlalu lintas di kalangan pelajar. Salah satunya melalui program Polantas Menyapa: Police Goes To School yang digelar di SMAN 15 Batam, Senin (13/4/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah preventif kepolisian dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas yang masih cukup tinggi, terutama yang melibatkan usia pelajar.
Dalam kegiatan tersebut, ratusan siswa mendapatkan pembinaan terkait Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas). Edukasi dikemas secara interaktif melalui penyampaian materi, kuis seputar aturan lalu lintas, hingga pembagian helm secara simbolis kepada siswa.
Direktur Lalu Lintas Polda Kepri, Kombes Pol. Taufiq Lukman Nurhidayat, menegaskan bahwa disiplin berlalu lintas harus ditanamkan sejak dini karena menjadi bagian dari budaya masyarakat.
“Lalu lintas adalah urat nadi kehidupan. Keselamatan harus menjadi kebutuhan, bukan sekadar kewajiban,” ujar Taufiq.
Ia mengungkapkan, angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Kepulauan Riau masih menjadi perhatian serius. Sepanjang tahun 2025, tercatat sebanyak 1.652 kasus kecelakaan, dengan rata-rata lebih dari 130 kejadian setiap bulan.
“Yang memprihatinkan, mayoritas kecelakaan tersebut melibatkan kalangan pelajar. Ini menjadi tanggung jawab bersama, baik orang tua, sekolah, maupun pemerintah,” kata dia.
Menurut Taufiq, salah satu faktor utama tingginya angka kecelakaan adalah masih banyak pelajar yang mengendarai kendaraan bermotor tanpa memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) dan belum memiliki kompetensi berkendara yang memadai.
“Penggunaan kendaraan harus diiringi kesiapan dan kepatuhan terhadap aturan, termasuk kepemilikan SIM minimal usia 17 tahun. Ini demi keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya,” tambahnya.
Edukasi Interaktif dan Human Interest
Program ini disambut antusias oleh para siswa. Mereka tidak hanya mendapatkan pemahaman teori, tetapi juga diajak berinteraksi langsung melalui kuis dan diskusi ringan terkait pengalaman berkendara sehari-hari.
Salah satu siswa SMAN 15 Batam, Rizky (17), mengaku kegiatan tersebut membuka wawasannya tentang pentingnya keselamatan di jalan.
“Selama ini kami sering lihat teman-teman bawa motor ke sekolah, tapi ternyata banyak aturan yang harus dipatuhi. Jadi lebih sadar kalau keselamatan itu penting,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan oleh seorang guru yang berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan.
“Kami sangat mendukung program ini karena edukasi langsung dari kepolisian memberi dampak yang kuat bagi siswa. Harapannya mereka bisa menjadi pelopor keselamatan,” kata salah satu tenaga pendidik.
Dorong Sekolah Jadi Mitra Keselamatan
Melalui program Police Goes To School, Ditlantas Polda Kepri juga mendorong peran aktif sekolah dalam menanamkan budaya tertib berlalu lintas kepada siswa.
Edukasi lalu lintas diharapkan dapat diintegrasikan dalam kegiatan belajar maupun pembinaan karakter, sehingga kesadaran keselamatan tidak hanya bersifat sementara, tetapi menjadi kebiasaan.
Program ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Ditlantas Polda Kepri dalam membangun budaya tertib berlalu lintas sejak usia dini, sekaligus menekan angka kecelakaan di wilayah Kepulauan Riau.
Layanan Pengaduan 24 Jam
Sementara itu, Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol. Nona Pricillia Ohei mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan setiap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Masyarakat dapat menghubungi layanan Call Center 110 yang aktif selama 24 jam atau memanfaatkan aplikasi Polri Super Apps untuk mendapatkan layanan cepat dan terpadu dari kepolisian.








