Jakarta, Jurnalkota.co.id
Nasib malang menimpa dua pekerja proyek asal Tasikmalaya, Jawa Barat, yang terlantar di wilayah Tangerang setelah pemborong tempat mereka bekerja diduga kabur tanpa memberikan upah.
Kedua pekerja tersebut mengaku telah menyelesaikan pekerjaan di sebuah proyek pembangunan perumahan. Namun, hingga pekerjaan rampung, mereka tidak menerima gaji sama sekali dari pihak pemborong.
“Sudah kerja, tapi pemborongnya hilang. Kami tidak dibayar sama sekali,” ujar salah satu pekerja saat ditemui di kawasan Terminal Kalideres, Jakarta Barat, Sabtu (25/4/2026).
Dalam kondisi kehabisan bekal dan tanpa biaya untuk kembali ke kampung halaman di Tasikmalaya, keduanya kemudian berupaya mencari bantuan. Mereka berjalan menuju kawasan Terminal Kalideres dengan harapan mendapatkan pertolongan agar bisa pulang.
Keberuntungan berpihak kepada mereka. Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) yang tengah berjaga di Terminal Kalideres menemukan keduanya dalam kondisi memprihatinkan. Petugas pun segera mengambil langkah cepat dengan memberikan bantuan darurat.
Kepala Terminal Kalideres, Nur Prasetyo, membenarkan adanya penanganan terhadap dua pekerja yang terlantar tersebut. Ia mengatakan, pihaknya langsung berkoordinasi dengan petugas di lapangan untuk memastikan keduanya mendapatkan bantuan yang diperlukan.
“Kami menerima laporan adanya dua pekerja yang terlantar dan tidak memiliki ongkos pulang. Petugas Dishub langsung membantu, mulai dari pendataan hingga memfasilitasi keberangkatan mereka ke Tasikmalaya,” ujar Nur.
Menurut dia, bantuan yang diberikan tidak hanya sebatas pemulangan, tetapi juga memastikan kedua pekerja tersebut dapat berangkat dengan aman dan layak, sesuai prosedur pelayanan di terminal.
Ia menegaskan, Terminal Kalideres sebagai salah satu simpul transportasi penting di Jakarta Barat tidak hanya berfungsi sebagai tempat naik-turun penumpang, tetapi juga memiliki peran sosial dalam membantu masyarakat yang mengalami kondisi darurat.
“Terminal Kalideres berkomitmen memberikan pelayanan kemanusiaan bagi masyarakat yang membutuhkan, terutama dalam kondisi darurat seperti ini,” kata dia.
Nur juga mengimbau kepada para pekerja, khususnya yang merantau ke luar daerah, agar lebih berhati-hati dalam memilih pekerjaan. Ia menekankan pentingnya memastikan kejelasan kontrak kerja dan sistem pembayaran sebelum mulai bekerja.
“Kami mengimbau kepada para pekerja untuk lebih teliti dan memastikan ada kejelasan kontrak kerja. Jika mengalami kendala di lapangan, silakan melapor agar bisa segera kami bantu,” tambahnya.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa masih ada pekerja yang rentan mengalami penelantaran akibat hubungan kerja yang tidak jelas. Peran pemerintah dan petugas di lapangan menjadi penting untuk memberikan perlindungan dan bantuan cepat bagi warga yang membutuhkan, terutama dalam situasi darurat.
Penulis: Awal
Editor: Antoni








