Jakarta, Jurnalkota.co.id
Upaya mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak terus diperkuat melalui pendekatan edukasi hukum di tingkat masyarakat. Hal ini dilakukan melalui kegiatan sosialisasi yang digelar di Kelurahan Jembatan Besi, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Selasa (21/4/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan Yayasan Pengaduan Hukum Masyarakat Indonesia (YPHMI), DPD Kongres Advokat Indonesia (KAI) DKI Jakarta, JMSI DKI Jakarta, Forum Jurnalis Jakarta Barat, serta Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat.
Dalam kegiatan ini, edukasi hukum ditegaskan sebagai langkah awal yang penting untuk mencegah terjadinya kekerasan di lingkungan masyarakat.
Ketua DPD KAI DKI Jakarta, Tuti Susilawati, mengatakan bahwa pemahaman hukum menjadi fondasi utama dalam melindungi perempuan dan anak dari berbagai bentuk kekerasan.
“Sosialisasi ini penting agar masyarakat memahami hak-haknya dan berani melapor jika terjadi kekerasan. Akses bantuan hukum harus diketahui sejak dini, sehingga pencegahan bisa dilakukan lebih cepat,” ujar Tuti.
Ia menambahkan, edukasi hukum tidak hanya berfungsi sebagai pengetahuan, tetapi juga sebagai sarana pemberdayaan masyarakat agar lebih berani mengambil langkah saat menghadapi persoalan.
“Ketika masyarakat paham hukum, mereka tidak akan takut lagi. Justru mereka bisa menjadi bagian dari solusi dalam mencegah terjadinya kekerasan di lingkungan,” kata dia.
Tuti juga menekankan pentingnya sinergi antara lembaga bantuan hukum, pemerintah, dan masyarakat guna menciptakan sistem perlindungan yang efektif dan berkelanjutan.
Sementara itu, Lurah Jembatan Besi, Achmad Subhan, menyebutkan bahwa hingga saat ini wilayahnya relatif kondusif dari kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.
“Alhamdulillah, sampai saat ini belum ada laporan terkait kekerasan perempuan dan anak di wilayah kami. Yang menjadi perhatian selama ini justru tawuran, namun kini juga sudah jauh berkurang,” ujarnya.
Menurut dia, kondisi tersebut tidak terlepas dari peran aktif RT, RW, serta Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) dalam melakukan pengawasan dan deteksi dini di lingkungan.
“Kami bersama RT, RW, dan FKDM terus memonitor wilayah, terutama di titik-titik rawan. Dengan sinergi ini, potensi konflik bisa dicegah sejak awal,” kata Achmad.
Meski kondisi relatif aman, pihak kelurahan tetap mengedepankan langkah pencegahan melalui edukasi berkelanjutan kepada masyarakat.
“Harapannya, dengan adanya sosialisasi ini, jangan sampai ada kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah kami. Masyarakat juga terlihat antusias, dan mudah-mudahan ke depan tetap rukun dan kondusif,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, Kelurahan Jembatan Besi diharapkan dapat mempertahankan situasi yang aman sekaligus menjadi contoh wilayah yang aktif melakukan pencegahan kekerasan melalui edukasi dan kolaborasi lintas sektor.
Penulis: Awal
Editor: Antoni








