Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id
Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Tanjungpinang, Handayani Raja Ariza, menekankan pentingnya peran organisasi masyarakat dalam mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 guna menghasilkan data pembangunan yang akurat dan berkualitas.

Hal tersebut disampaikan Handayani saat menghadiri pertemuan rutin bulanan GOW Kota Tanjungpinang yang disejalankan dengan sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tanjungpinang di Aula SMP Negeri 4 Tanjungpinang, Rabu (13/5/2026).
Dalam sambutannya, Handayani mengapresiasi seluruh organisasi wanita yang selama ini terus menjaga koordinasi dan komunikasi demi mendukung kemajuan organisasi serta pembangunan daerah.
Menurut Handayani, pertemuan rutin GOW bukan hanya menjadi ajang silaturahmi antaranggota, tetapi juga menjadi ruang berbagi informasi, pengalaman, dan pengetahuan yang bermanfaat bagi organisasi perempuan di Kota Tanjungpinang.
“Pertemuan rutin ini menjadi wadah silaturahmi sekaligus memperkuat koordinasi antarorganisasi wanita di Kota Tanjungpinang, serta menjadi sarana berbagi ilmu, informasi, dan pengetahuan yang bermanfaat bagi seluruh anggota,” ujar Handayani.
Pada kesempatan itu, Handayani juga mengajak seluruh peserta untuk ikut menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang akan dilakukan oleh BPS Kota Tanjungpinang mulai Mei hingga Agustus 2026.
Handayani menilai partisipasi aktif masyarakat sangat penting dalam memberikan data yang akurat dan terbuka demi mendukung perencanaan pembangunan daerah yang tepat sasaran.
“Sudah menjadi bagian dari tanggung jawab kita untuk turut mendukung dan menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Melalui partisipasi aktif dan keterbukaan dalam memberikan data yang akurat, kita dapat menjadi mitra pemerintah dalam menghadirkan informasi yang valid guna mendukung perencanaan pembangunan dan kemajuan perekonomian daerah,” katanya.
Ia menambahkan, hasil sensus nantinya diharapkan mampu menjadi dasar pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan ekonomi, pemberdayaan pelaku usaha, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik Kota Tanjungpinang, Yulia Tri Mardani, menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 bertujuan memotret perkembangan aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk perubahan pola usaha dan pertumbuhan ekonomi digital.
Menurut Yulia, perkembangan teknologi dan meningkatnya penggunaan platform digital telah mengubah pola transaksi masyarakat dalam beberapa tahun terakhir.
Jika sebelumnya masyarakat lebih banyak melakukan transaksi secara langsung di pasar atau toko konvensional, kini aktivitas perdagangan secara daring atau online mengalami pertumbuhan yang cukup pesat.
“Karena perubahan pola ekonomi itu, pemerintah perlu melakukan sensus ekonomi agar dapat mengetahui perkembangan usaha masyarakat, termasuk efektivitas pemasaran digital dan kebutuhan pembinaan bagi pelaku usaha,” ujar Yulia.
Ia menjelaskan, data hasil sensus akan menjadi landasan penting bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan ekonomi, pengembangan UMKM, hingga penyusunan program pembinaan usaha berbasis digital.
Selain itu, sensus ekonomi juga diharapkan mampu memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi riil dunia usaha di daerah, termasuk sektor-sektor yang berkembang maupun yang membutuhkan perhatian pemerintah.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi tata cara pengisian Sensus Ekonomi 2026 oleh BPS Kota Tanjungpinang. Dalam sesi tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai mekanisme pendataan, jenis data yang dibutuhkan, serta pentingnya memberikan informasi secara lengkap dan akurat.
Melalui kegiatan itu, GOW Kota Tanjungpinang bersama BPS berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya data ekonomi semakin meningkat sehingga pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dapat berjalan lancar dan menghasilkan data yang berkualitas untuk mendukung pembangunan daerah.








