Jakarta, Jurnalkota.co.id
Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat dalam menangani persoalan sampah mendapat apresiasi dari tokoh masyarakat Jakarta Barat, Umar Abdul Aziz. Berbagai program yang dijalankan, mulai dari penguatan pemilahan sampah dari sumber hingga kegiatan pembersihan saluran dan kali, dinilai mulai memberikan dampak positif terhadap kebersihan lingkungan.
Umar Abdul Aziz yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPD Kongres Advokat Indonesia (KAI) DKI Jakarta mengaku merasakan perubahan kondisi lingkungan yang lebih bersih dalam beberapa bulan terakhir. Menurutnya, langkah yang dilakukan Pemkot Jakarta Barat menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam mengatasi persoalan sampah yang selama ini menjadi perhatian masyarakat.
“Upaya yang dilakukan pemerintah patut diapresiasi. Kita bisa melihat adanya perubahan di sejumlah wilayah yang kini lebih bersih dan tertata dibandingkan sebelumnya,” ujar Umar, Rabu (3/6/2026).
Apresiasi serupa juga disampaikan warga Jakarta Barat. Ahmad (45) menilai program pemilahan sampah yang terus disosialisasikan kepada masyarakat telah meningkatkan kesadaran warga untuk menjaga lingkungan.
Menurut dia, edukasi yang diberikan membuat masyarakat semakin memahami pentingnya memilah sampah organik dan anorganik sejak dari rumah.
“Program pemilahan sampah sangat baik karena mengajarkan masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Sekarang warga mulai terbiasa memilah sampah sebelum dibuang,” kata Ahmad.
Selain itu, kegiatan pembersihan sampah di kali dan saluran air yang rutin dilakukan petugas bersama masyarakat juga mendapat respons positif. Langkah tersebut dinilai mampu mengurangi penumpukan sampah yang berpotensi menyebabkan banjir saat musim hujan.
Warga lainnya, Siti (39), mengapresiasi langkah Pemkot Jakarta Barat yang melakukan pengerukan Saluran Kali PHB Jembatan Lima, Kecamatan Tambora. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan manfaat nyata karena aliran air menjadi lebih lancar dan kondisi lingkungan terlihat lebih bersih.
“Kami sangat mengapresiasi pengerukan Saluran Kali PHB Jembatan Lima yang dilakukan Pemkot Jakarta Barat. Sebelumnya saluran mengalami pendangkalan akibat lumpur dan sampah, namun sekarang kondisinya jauh lebih baik. Aliran air menjadi lebih lancar dan warga merasa lebih tenang, terutama saat musim hujan,” ujar Siti.
Ia berharap kegiatan pengerukan dan pembersihan saluran dapat dilakukan secara rutin agar fungsi drainase tetap optimal serta terhindar dari potensi genangan maupun banjir.
“Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut. Selain membuat lingkungan lebih bersih, pengerukan saluran juga membantu mencegah terjadinya genangan. Warga tentu siap mendukung dengan menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah ke kali maupun saluran air,” tuturnya.
Menurut warga, keberhasilan penanganan sampah dan saluran air tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.
Penulis: Awal
Editor: Antoni








