Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polda Kepri Gelar Lomba Berbalas Pantun Bertema “Polri untuk Masyarakat”

Jasa Maklon Sabun

Batam, Jurnalkota.co.id

Polda Kepulauan Riau (Kepri) akan menggelar Lomba Berbalas Pantun dalam rangka memeriahkan Hari Bhayangkara ke-80 yang diperingati pada 1 Juli 2026. Kegiatan yang mengusung tema “Polri untuk Masyarakat” itu dijadwalkan berlangsung di Mega Mall Batam pada Minggu (21/6/2026).

Lomba berbalas pantun tersebut menjadi salah satu upaya Polda Kepri dalam melestarikan budaya Melayu yang selama ini menjadi identitas masyarakat Kepulauan Riau. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat melalui pendekatan budaya yang edukatif, kreatif, dan menghibur.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Nona Pricillia Ohei mengatakan pantun merupakan salah satu warisan budaya Melayu yang sarat dengan nilai-nilai kebijaksanaan, etika, dan kearifan lokal. Karena itu, pelestariannya perlu terus didorong, terutama di kalangan generasi muda.

“Melalui perlombaan berbalas pantun ini, Polda Kepri ingin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama melestarikan budaya Melayu sebagai warisan yang sangat berharga. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antara Polri dan masyarakat dalam semangat Hari Bhayangkara ke-80, sehingga kehadiran Polri dapat semakin dirasakan dan dicintai oleh masyarakat,” ujar Nona Pricillia, Jumat (19/6/2026).

Menurut dia, pendekatan budaya menjadi salah satu cara efektif untuk membangun kedekatan antara Polri dan masyarakat. Melalui kegiatan yang bersifat partisipatif, masyarakat dapat berinteraksi secara langsung dengan institusi kepolisian dalam suasana yang santai dan penuh kebersamaan.

Lomba berbalas pantun ini terbuka untuk masyarakat umum tanpa dipungut biaya pendaftaran. Peserta yang memiliki minat terhadap seni berpantun dan budaya Melayu dapat mendaftarkan diri melalui tautan yang telah disediakan panitia.

Selain menjadi ajang menampilkan kreativitas dan kemampuan berpantun, peserta juga berkesempatan memperoleh hadiah berupa uang pembinaan jutaan rupiah, trofi, serta sertifikat penghargaan.

Dalam pelaksanaannya, peserta akan bertanding secara langsung dengan sistem satu lawan satu. Setiap peserta akan menyampaikan pantun yang kemudian harus dibalas secara spontan oleh lawan. Dewan juri akan memberikan penilaian berdasarkan kesesuaian tema, kreativitas, kemampuan berbahasa, ketepatan isi pantun, serta penyampaian peserta.

Untuk menjaga nuansa budaya Melayu yang kental, seluruh peserta diwajibkan mengenakan busana adat Melayu selama perlombaan berlangsung.

Panitia menyediakan sejumlah tema yang dapat dipilih peserta, antara lain “80 Tahun Bhayangkara Mengabdi untuk Negeri dan Masyarakat Kepri”, “Polri Sahabat Masyarakat, Pelindung Negeri Bunda Tanah Melayu”, “Bersama Polri Menjaga Kamtibmas Kepulauan Riau”, “Budaya Melayu Perekat Persatuan, Polri Pengawal Kebhinekaan”, serta “Generasi Muda Kepri, Cerdas Digital Bersama Polri”.

Tema-tema tersebut dipilih untuk menggambarkan peran Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat sekaligus mendorong pelestarian budaya daerah sebagai perekat persatuan.

Polda Kepri berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mampu menumbuhkan kecintaan masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap budaya Melayu yang menjadi identitas daerah Kepulauan Riau.

Selain itu, perlombaan ini diharapkan dapat memperkuat nilai-nilai kebersamaan, persaudaraan, toleransi, dan semangat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat.

Polda Kepri mengundang seluruh masyarakat untuk ikut berpartisipasi maupun menyaksikan secara langsung perlombaan tersebut. Informasi pendaftaran dapat diakses melalui tautan yang telah disediakan panitia maupun melalui kontak resmi penyelenggara.

Pada kesempatan yang sama, Kombes Pol Nona Pricillia juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan keamanan lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.

Ia menegaskan bahwa menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.

“Budaya Melayu mengajarkan nilai kebersamaan, sopan santun, dan persaudaraan. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan upaya kita bersama dalam menjaga persatuan dan keamanan di Kepulauan Riau,” katanya.

Polda Kepri juga mengingatkan masyarakat bahwa layanan Kepolisian 110 tetap aktif selama 24 jam dan dapat dimanfaatkan untuk melaporkan berbagai gangguan kamtibmas maupun meminta bantuan kepolisian.

Melalui kegiatan budaya seperti lomba berbalas pantun ini, Polda Kepri berharap semangat Hari Bhayangkara ke-80 tidak hanya menjadi perayaan institusi kepolisian, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kedekatan Polri dengan masyarakat serta melestarikan budaya Melayu sebagai warisan yang harus dijaga bersama.

 

Jasa Maklon Skincare Tangerang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *