Kuantan Singingi, Jurnalkota.co.id
Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-44 Tingkat Provinsi Riau resmi ditutup di Astaka Utama Tepian Narosa, Teluk Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Jumat (3/7/2026) malam. Penutupan dilakukan Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, yang mewakili Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, didampingi Plt Bupati Kuantan Singingi, Muklisin.
Penutupan menandai berakhirnya rangkaian pelaksanaan MTQ yang selama sepekan mempertemukan kafilah dari 12 kabupaten dan kota di Provinsi Riau. Selain menjadi ajang perlombaan tilawah Al-Qur’an, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antardaerah sekaligus memperkuat syiar Islam di Bumi Lancang Kuning.
Acara penutupan dihadiri Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Riau Zulkifli Syukur, para bupati dan wali kota se-Provinsi Riau, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala organisasi perangkat daerah (OPD), tokoh agama, dewan hakim, seluruh kafilah, serta ratusan masyarakat yang memadati arena utama MTQ.
Pada kesempatan itu, Dewan Hakim mengumumkan hasil akhir perlombaan. Kabupaten Rokan Hilir berhasil keluar sebagai Juara Umum MTQ ke-44 Tingkat Provinsi Riau Tahun 2026. Posisi kedua ditempati Kabupaten Bengkalis, sedangkan Kabupaten Kuantan Singingi yang bertindak sebagai tuan rumah berhasil menempati peringkat ketiga.
Adapun peringkat selengkapnya adalah Kabupaten Indragiri Hulu di posisi keempat, Kota Pekanbaru kelima, Kabupaten Siak keenam, Kabupaten Kampar ketujuh, Kabupaten Indragiri Hilir kedelapan, Kabupaten Pelalawan kesembilan, Kabupaten Kepulauan Meranti kesepuluh, Kabupaten Rokan Hulu kesebelas, dan Kota Dumai di posisi kedua belas.
Dalam sambutannya, Syahrial Abdi menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi beserta seluruh masyarakat yang dinilai berhasil menyelenggarakan MTQ dengan baik, tertib, dan lancar.
Menurutnya, kesuksesan sebuah MTQ tidak hanya diukur dari pelaksanaan perlombaan, tetapi juga dari kemampuan tuan rumah memberikan pelayanan kepada seluruh peserta, tamu, dan masyarakat yang hadir selama kegiatan berlangsung.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Riau, kami menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi beserta seluruh masyarakat yang telah menjadi tuan rumah yang luar biasa. MTQ ini bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi momentum memperkuat ukhuwah Islamiyah, membumikan nilai-nilai Al-Qur’an, serta melahirkan generasi Qur’ani yang akan mengharumkan nama Riau di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Syahrial.
Ia juga mengucapkan selamat kepada seluruh peserta yang berhasil meraih prestasi. Namun, menurutnya, kemenangan bukanlah tujuan akhir dalam mengikuti MTQ.
“Selamat kepada para juara. Teruslah belajar, berlatih, dan menjaga akhlak Qur’ani. Bagi yang belum berhasil, jangan berkecil hati, karena setiap langkah dalam mempelajari Al-Qur’an adalah kemuliaan di sisi Allah SWT,” katanya.
Sementara itu, Plt Bupati Kuantan Singingi Muklisin mengungkapkan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan MTQ ke-44 di daerah yang dikenal sebagai Negeri Jalur tersebut.
Ia menilai keberhasilan menjadi tuan rumah merupakan hasil kerja sama seluruh elemen masyarakat, mulai dari panitia, aparat keamanan, relawan, hingga masyarakat yang ikut menyambut dan melayani tamu dari berbagai daerah.
“Alhamdulillah, MTQ ke-44 Provinsi Riau telah terlaksana dengan aman, lancar, dan penuh khidmat. Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Riau, seluruh kafilah, dewan hakim, panitia, aparat keamanan, relawan, serta masyarakat Kuantan Singingi yang telah menjadi tuan rumah yang ramah dan penuh semangat melayani tamu dari seluruh kabupaten dan kota di Riau,” ujar Muklisin.
Menurutnya, penyelenggaraan MTQ bukan hanya memberikan manfaat dari sisi pembinaan keagamaan, tetapi juga membawa dampak positif bagi daerah. Selama pelaksanaan MTQ, aktivitas ekonomi masyarakat meningkat seiring kedatangan ribuan peserta, ofisial, dan pengunjung dari berbagai kabupaten dan kota.
Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan budaya, potensi wisata, serta keramahtamahan masyarakat Kuantan Singingi kepada tamu yang datang dari berbagai daerah di Provinsi Riau.
Muklisin berharap nilai-nilai yang dibangun melalui MTQ tidak berhenti setelah perlombaan berakhir, melainkan terus menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
“Semoga nilai-nilai Al-Qur’an yang telah digaungkan selama pelaksanaan MTQ benar-benar menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Kami juga berharap silaturahmi yang terjalin selama MTQ ini semakin mempererat persaudaraan antardaerah demi mewujudkan Riau yang bermarwah, religius, dan hebat,” katanya.
Berakhirnya MTQ ke-44 Tingkat Provinsi Riau sekaligus menjadi penutup rangkaian kegiatan keagamaan terbesar di Kuantan Singingi tahun ini. Pemerintah Provinsi Riau berharap hasil pembinaan yang telah ditunjukkan para peserta dapat menjadi bekal untuk menghadapi MTQ tingkat nasional, sekaligus memperkuat upaya melahirkan generasi Qur’ani yang berprestasi, berakhlak, dan mampu membawa nama baik Riau di tingkat yang lebih tinggi.








