Bintan, Jurnalkota.co.id
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun Anggaran 2026 yang dilaksanakan Kodim 0315/Tanjungpinang tidak hanya menghadirkan pembangunan infrastruktur bagi masyarakat, tetapi juga berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai kegiatan pemberdayaan. Salah satu program nonfisik yang menjadi perhatian adalah pelaksanaan kursus menjahit bagi warga di lokasi TMMD di Desa Teluk Sasah, Kabupaten Bintan, Minggu (26/7/2026).
Pelatihan tersebut menjadi bagian dari rangkaian sasaran nonfisik TMMD yang bertujuan membekali masyarakat dengan keterampilan praktis sehingga mampu menciptakan peluang ekonomi baru. Selain membangun jalan, rumah layak huni, sumur bor, dan berbagai fasilitas umum lainnya, TMMD juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat agar lebih mandiri dalam menghadapi tantangan ekonomi.
Kursus menjahit mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Sejak hari pertama pelaksanaan, puluhan peserta yang didominasi kaum ibu rumah tangga dan remaja putri mengikuti pelatihan dengan penuh semangat. Mereka memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mempelajari keterampilan yang diharapkan dapat menjadi bekal dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Dalam pelatihan itu, peserta memperoleh materi secara bertahap, mulai dari pengenalan berbagai jenis alat dan mesin jahit, teknik dasar menjahit, cara mengukur dan membuat pola pakaian, hingga praktik langsung membuat produk sederhana yang memiliki nilai jual.
Instruktur juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya ketelitian, kreativitas, dan kualitas hasil jahitan agar mampu bersaing di pasar. Dengan pendekatan teori dan praktik, peserta diharapkan tidak hanya memahami teknik dasar menjahit, tetapi juga mampu menghasilkan produk yang layak dipasarkan.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa secara menyeluruh. Pembangunan yang dilakukan melalui TMMD tidak hanya berorientasi pada penyediaan sarana fisik, tetapi juga pada peningkatan kemampuan masyarakat agar mampu memanfaatkan potensi yang dimiliki.
Komandan Kodim 0315/Tanjungpinang selaku Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD ke-129, Kolonel Inf Abdul Hamid, mengatakan bahwa pelaksanaan kursus menjahit merupakan bagian dari komitmen TNI untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di wilayah pedesaan.
Menurutnya, keberhasilan TMMD tidak semata-mata diukur dari banyaknya infrastruktur yang berhasil dibangun, melainkan juga dari dampak jangka panjang yang dirasakan masyarakat setelah program tersebut selesai dilaksanakan.
“Keberhasilan TMMD tidak hanya diukur dari hasil pembangunan fisik, tetapi juga dari meningkatnya kemampuan dan kemandirian masyarakat setelah program berakhir,” kata Abdul Hamid.
Ia menjelaskan, keterampilan yang diberikan melalui pelatihan menjahit diharapkan dapat menjadi modal bagi masyarakat untuk membuka usaha sendiri maupun membantu meningkatkan pendapatan keluarga.
Dengan memiliki kemampuan menjahit, masyarakat dapat memanfaatkan peluang usaha dari kebutuhan pembuatan pakaian, seragam sekolah, busana muslim, hingga berbagai produk kerajinan berbahan kain yang memiliki nilai ekonomis.
Selain memberikan manfaat ekonomi, pelatihan tersebut juga diharapkan mampu menumbuhkan rasa percaya diri peserta untuk terus mengembangkan kemampuan yang dimiliki. Keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dapat menjadi bekal jangka panjang yang terus dimanfaatkan meskipun program TMMD telah berakhir.
Program pemberdayaan masyarakat seperti ini menjadi salah satu wujud implementasi konsep TMMD yang menitikberatkan pada pembangunan secara terpadu. Kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak hanya bertugas membantu percepatan pembangunan infrastruktur, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui berbagai kegiatan edukatif dan pelatihan keterampilan.
Kodim 0315/Tanjungpinang berharap ilmu yang diperoleh peserta tidak berhenti pada pelaksanaan pelatihan saja, tetapi dapat terus dikembangkan menjadi usaha produktif yang mampu memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga maupun lingkungan sekitar.
Melalui usaha jahit mandiri, masyarakat diharapkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru, meningkatkan produktivitas, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi desa. Semangat kewirausahaan yang tumbuh dari pelatihan tersebut juga diharapkan menjadi inspirasi bagi masyarakat lainnya untuk mengembangkan potensi dan keterampilan sesuai bidang masing-masing.
Pelaksanaan kursus menjahit ini sekaligus menegaskan bahwa Program TMMD merupakan bentuk sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Pembangunan fisik yang disertai peningkatan kapasitas sumber daya manusia diyakini akan melahirkan masyarakat desa yang lebih mandiri, produktif, dan berdaya saing.
Melalui TMMD ke-129 Tahun Anggaran 2026, Kodim 0315/Tanjungpinang terus berkomitmen menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Diharapkan, hasil pembangunan fisik yang telah dilaksanakan dapat berjalan seiring dengan meningkatnya kemampuan masyarakat dalam menciptakan peluang usaha, sehingga cita-cita mewujudkan desa yang maju, mandiri, dan sejahtera dapat tercapai secara berkelanjutan.








