180 Anak Tidak Sekolah di Jakarta Barat Kembali Belajar Lewat Program “Sekolah Kembali”

Jasa Maklon Sabun

Jakarta, Jurnalkota.co.id

Sebanyak 180 Anak Tidak Sekolah (ATS) di Jakarta Barat kembali memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan melalui program “Sekolah Kembali” yang digagas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Program tersebut dilaksanakan dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Selasa (28/7/2026).

Program “Sekolah Kembali” menjadi salah satu langkah nyata Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menekan angka putus sekolah sekaligus memastikan setiap anak memperoleh hak atas pendidikan yang layak, berkualitas, dan inklusif.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan DKI Jakarta, dari total 180 peserta yang mengikuti program tersebut, sebanyak 26 anak berasal dari Kecamatan Tamansari, 59 anak dari Kecamatan Tambora, 57 anak dari Kecamatan Cengkareng, dan 38 anak dari Kecamatan Kalideres.

Kegiatan itu dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Nahdiana, yang memberikan apresiasi kepada Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Barat atas upaya menghadirkan layanan pendidikan yang mampu menjangkau anak-anak yang sebelumnya terputus dari bangku sekolah.

Menurut Nahdiana, program tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memastikan tidak ada anak yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan hanya karena berbagai kendala sosial maupun ekonomi.

“Program Sekolah Kembali merupakan langkah sistematis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Barat untuk menekan angka putus sekolah dan memastikan layanan pendidikan yang inklusif, merata, serta berkualitas. Melalui kegiatan MPLS yang ramah anak, edukatif, dan bebas dari segala bentuk perundungan, kita menyambut hangat anak-anak untuk kembali menata masa depan mereka,” ujar Nahdiana.

Ia mengatakan, pendidikan merupakan hak dasar setiap anak yang harus dipenuhi. Oleh karena itu, pemerintah terus berupaya membuka akses pendidikan seluas-luasnya agar seluruh anak dapat kembali melanjutkan proses belajar sesuai jenjang pendidikannya.

Keberhasilan program tersebut tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pihak. Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat bersama jajaran kecamatan, kelurahan, pengurus RT/RW, kader PKK, hingga Dasawisma melakukan pendataan dan pendampingan secara langsung kepada keluarga yang memiliki anak putus sekolah.

Pendekatan door to door dilakukan untuk mengidentifikasi kondisi setiap anak sekaligus mencari solusi agar mereka dapat kembali mengakses layanan pendidikan.

Melalui program “Sekolah Kembali”, anak-anak yang sebelumnya tidak bersekolah diberikan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan melalui jalur formal maupun nonformal.

Bagi anak yang tidak dapat mengikuti pendidikan formal, pemerintah menyediakan alternatif melalui Pendidikan Kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C, sehingga mereka tetap memiliki kesempatan memperoleh ijazah sesuai jenjang pendidikan.

Selain membuka akses pendidikan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga memberikan berbagai dukungan berupa fasilitas sekolah gratis serta layanan pendidikan alternatif agar persoalan ekonomi tidak lagi menjadi hambatan bagi anak untuk mengenyam pendidikan.

Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan angka partisipasi sekolah sekaligus mengurangi jumlah anak putus sekolah di Jakarta.

Nahdiana menegaskan, keberhasilan Program “Sekolah Kembali” membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, orang tua, tenaga pendidik, pemerintah, tokoh masyarakat, dunia usaha, hingga lingkungan sekitar memiliki peran penting dalam memastikan setiap anak tetap berada di lingkungan pendidikan.

Kolaborasi tersebut diperlukan agar anak-anak tidak hanya kembali bersekolah, tetapi juga mampu menyelesaikan pendidikan hingga jenjang yang lebih tinggi.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga terus mendorong terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, ramah anak, serta bebas dari segala bentuk kekerasan maupun perundungan.

Melalui pelaksanaan MPLS yang edukatif dan inklusif, para peserta diharapkan dapat beradaptasi dengan lingkungan belajar baru sekaligus membangun semangat untuk kembali meraih cita-cita.

Dengan semangat kolaborasi dan gotong royong, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta optimistis Program “Sekolah Kembali” dapat menjadi solusi dalam menekan angka Anak Tidak Sekolah di ibu kota.

Selain memperluas akses pendidikan, program ini juga diharapkan mampu mencetak generasi muda yang lebih berkualitas, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan masa depan, sejalan dengan komitmen Jakarta dalam mewujudkan pendidikan yang merata dan berkeadilan bagi seluruh warganya.

 

Penulis: Awal
Editor: Antoni

Jasa Maklon Skincare Tangerang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *