Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id
Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah mengatakan, sekolah tidak cukup hanya mencetak siswa yang berprestasi dalam bidang akademik. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, pelajar juga perlu mengenali bakat, menciptakan karya, membangun kreativitas, dan memiliki karakter yang kuat.
Hal itu disampaikan Lis Darmansyah saat membuka Ajang Bakat dan Talenta Siswa dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-70 SMA Negeri 1 Tanjungpinang di lapangan sekolah, Kamis (10/9/2026).
“Pintar saja tidak cukup. Kreativitas akan memberikan dorongan yang kuat untuk mencapai sebuah keberhasilan,” kata Lis Darmansyah.
Menurut Lis Darmansyah, masa sekolah menengah atas merupakan fase penting bagi pelajar untuk mengenali potensi yang dimiliki. Pada tahap tersebut, siswa mulai menentukan minat, cita-cita, dan arah masa depannya.
Oleh karena itu, proses pendidikan tidak hanya berlangsung melalui pembelajaran formal di dalam kelas. Sekolah juga perlu memberikan kesempatan kepada siswa untuk mencoba berbagai hal, menghasilkan karya, serta mengembangkan kemampuan di bidang akademik maupun nonakademik.
Ajang bakat dan talenta, kata Lis Darmansyah, menjadi salah satu sarana untuk memberikan ruang kepada siswa dalam mengekspresikan kemampuan. Melalui kegiatan tersebut, potensi yang sebelumnya belum terlihat dapat dikenali dan dikembangkan secara lebih terarah.
Teknologi Harus Diiringi Etika
Lis Darmansyah mengingatkan, kemajuan teknologi memberikan banyak peluang kepada generasi muda untuk belajar, berkreasi, dan memperluas wawasan. Namun, pemanfaatan teknologi harus tetap diiringi dengan etika dan tanggung jawab.
Ia meminta para siswa tidak mengabaikan nilai kejujuran, kesopanan, rasa hormat kepada orangtua dan guru, serta kepedulian terhadap sesama.
Jati diri sebagai generasi Melayu juga harus tetap dijaga meskipun pelajar semakin akrab dengan perkembangan teknologi dan budaya global.
“Kecerdasan tanpa karakter akan kehilangan arah, kemampuan tanpa integritas akan menghilangkan kepercayaan. Teknologi tanpa etika akan menimbulkan persoalan,” ujar Lis Darmansyah.
Menurut dia, kecerdasan dan keterampilan akan memberikan manfaat apabila digunakan secara benar. Sebaliknya, kemampuan yang tidak disertai integritas berpotensi menimbulkan persoalan bagi diri sendiri dan orang lain.
Dalam kesempatan tersebut, Lis Darmansyah mengutip pesan Raja Ali Haji dalam Gurindam Dua Belas, yakni, “Jika hendak mengenal orang yang berbangsa, lihat kepada budi dan bahasa.”
Pesan itu dinilainya masih relevan di tengah perkembangan zaman. Pelajar boleh menguasai teknologi, memiliki pengetahuan luas, dan menggantungkan cita-cita setinggi mungkin. Namun, adab, budaya, serta jati diri tetap harus menjadi bagian penting dalam kehidupan.
Lis Darmansyah kemudian menyampaikan lima hal yang perlu dimiliki siswa untuk menghadapi masa depan. Kelima hal tersebut ialah mengenali bakat, menguasai teknologi, membangun kreativitas, memperkuat karakter, dan berani bermimpi besar.
“Kita boleh lahir dan bersekolah di Tanjungpinang, tetapi mimpi kita harus mampu mencapai dan menggapai dunia,” ucap Lis Darmansyah.
Ia berharap sekolah-sekolah di Tanjungpinang kelak melahirkan pemimpin, ilmuwan, seniman, atlet, hingga ahli teknologi yang mampu berkiprah di tingkat nasional maupun internasional.
Untuk mewujudkan harapan tersebut, pengembangan bakat siswa harus mendapatkan ruang dan dukungan dari pihak sekolah. Kepala sekolah, guru, dan pembina dinilai memiliki peran penting dalam mendampingi siswa agar potensi mereka dapat berkembang menjadi prestasi.
Bakat Diidentifikasi Sejak Siswa Masuk
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Tanjungpinang Kariadi mengatakan, upaya mengenali potensi siswa telah dimulai sejak proses penerimaan peserta didik baru.
Sekolah mengidentifikasi bakat dan prestasi yang dimiliki setiap siswa, kemudian mengarahkannya melalui kegiatan ekstrakurikuler yang sesuai.
Menurut Kariadi, kemampuan akademik tetap menjadi bagian penting dalam pendidikan. Namun, keterampilan nonakademik dan kemampuan interpersonal atau soft skill juga perlu mendapatkan perhatian.
Karena itu, sekolah berupaya menyediakan ruang, fasilitas, pendampingan, serta kesempatan agar para siswa dapat mengasah kemampuan masing-masing.
Kariadi menjelaskan, pelaksanaan Ajang Bakat dan Talenta Siswa juga tidak terlepas dari peran para pelajar. Konsep awal kegiatan tersebut lahir dari gagasan siswa, kemudian dibahas dan dikembangkan bersama kepala sekolah, guru, serta pembina.
“Meski usia sekolah tua, semangat tetap muda,” kata Kariadi.
Menurut dia, keterlibatan siswa dalam merancang kegiatan merupakan bagian dari proses pembelajaran. Melalui pengalaman tersebut, siswa dapat belajar bekerja sama, menyusun rencana, menyelesaikan masalah, dan bertanggung jawab terhadap kegiatan yang dilaksanakan.
Berlangsung Empat Hari
Ajang Bakat dan Talenta Siswa digelar selama empat hari, mulai 10 hingga 13 September 2026. Kegiatan tersebut melibatkan pelajar dari jenjang sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, hingga sekolah menengah kejuruan.
Beragam perlombaan dan pertunjukan digelar dalam kegiatan itu, antara lain lomba mewarnai, melukis, marawis, olahraga elektronik atau e-sport, lomba keterampilan baris-berbaris (LKBB), peragaan busana, tari, pidato berbahasa Inggris, pembuatan konten, pertunjukan band, dan cosplay.
Rangkaian peringatan HUT ke-70 SMAN 1 Tanjungpinang tersebut juga dimeriahkan dengan bazar yang diikuti sekitar 30 stan. Peserta bazar berasal dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta para siswa.
Selain perlombaan, pertunjukan, dan bazar, panitia juga akan menggelar kegiatan fun run dengan target sekitar 600 peserta.
Melalui rangkaian kegiatan itu, siswa diharapkan tidak hanya menunjukkan bakat dan prestasi, tetapi juga mendapatkan pengalaman dalam berorganisasi, bekerja sama, serta membangun rasa percaya diri.
Ajang tersebut sekaligus menjadi ruang pertemuan antara sekolah, siswa, masyarakat, dan pelaku UMKM dalam memeriahkan tujuh dekade perjalanan SMAN 1 Tanjungpinang.








