PPDI Tanjungpinang Terima Peralatan Pendidikan, Komunitas Difabel Dapat Lima Mesin Jahit

Jasa Maklon Sabun

Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id

Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kota Tanjungpinang dan Komunitas Lentera Hati Gurindam menerima bantuan sarana pendidikan serta perlengkapan keterampilan, Senin (7/9/2026).

Bantuan diserahkan di Perumahan Bukit Merpati Putih, Kelurahan Pinang Kencana, Kecamatan Tanjungpinang Timur.

Program tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) bertajuk “InJourney Airports Ramah Difabel”. Kegiatan dilaksanakan PT Angkasa Pura Indonesia melalui Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang.

Deputy Regional Human Capital Solution and Business Support Regional 3 PT Angkasa Pura Indonesia Iyan Farchanul Chair mengatakan, bantuan untuk PPDI Kota Tanjungpinang berupa laptop, printer, meja, kursi, dan sejumlah perlengkapan pendukung lainnya.

Sementara itu, Komunitas Lentera Hati Gurindam memperoleh lima unit mesin jahit, kursi, dan bahan kain. Bantuan tersebut diharapkan dapat digunakan untuk mengembangkan keterampilan sekaligus mendukung kegiatan produktif anggota komunitas.

Iyan mengatakan, program tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan dalam membuka akses terhadap teknologi, pendidikan, dan ruang pemberdayaan yang lebih inklusif bagi penyandang disabilitas.

Menurut dia, upaya mewujudkan pendidikan yang ramah bagi penyandang disabilitas membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, baik pemerintah, dunia usaha, komunitas, maupun masyarakat.

“Dukungan tersebut merupakan bentuk kepedulian untuk membuka akses terhadap teknologi, pendidikan, serta ruang pemberdayaan yang lebih inklusif bagi penyandang disabilitas,” kata Iyan.

“Menciptakan pendidikan yang ramah difabel merupakan tanggung jawab kita bersama. Semoga bantuan ini memberikan manfaat yang nyata dan berkelanjutan,” sambungnya.

Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah mengapresiasi bantuan yang diberikan kepada PPDI Kota Tanjungpinang dan Komunitas Lentera Hati Gurindam.

Menurut Lis Darmansyah, bantuan tersebut tidak hanya berfungsi untuk memenuhi kebutuhan sarana, tetapi juga membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk belajar, mengembangkan keterampilan, berkarya, dan membangun kemandirian.

“Yang kita dorong bukan hanya bantuannya, tetapi bagaimana bantuan ini bisa menjadi peluang untuk berkarya, menghasilkan sesuatu, dan menambah kemandirian,” ujar Lis Darmansyah.

Lis Darmansyah mengatakan, fasilitas pendidikan yang memadai serta dukungan terhadap pengembangan keterampilan produktif menjadi bagian penting dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif.

Karena itu, ia berharap seluruh bantuan dapat dimanfaatkan dan dikelola secara berkelanjutan. Peralatan yang diberikan diharapkan tidak hanya menjadi fasilitas, tetapi benar-benar mendukung aktivitas dan pengembangan kemampuan para penerima.

Laptop, printer, meja, dan kursi diharapkan dapat menunjang kegiatan administrasi serta pembelajaran di lingkungan PPDI Kota Tanjungpinang.

Adapun mesin jahit dan bahan kain yang diterima Komunitas Lentera Hati Gurindam diharapkan dapat digunakan untuk meningkatkan keterampilan anggota serta menghasilkan produk bernilai ekonomi.

Lis Darmansyah menambahkan, Pemerintah Kota Tanjungpinang akan terus mendorong terciptanya lingkungan yang ramah dan inklusif bagi penyandang disabilitas.

Penyandang disabilitas, kata dia, harus memperoleh kesempatan yang setara untuk mengembangkan diri serta berpartisipasi dalam kehidupan sosial dan ekonomi.

Kolaborasi antara pemerintah daerah, badan usaha, organisasi penyandang disabilitas, dan masyarakat diharapkan dapat memperluas akses terhadap pendidikan, pelatihan, dan kegiatan produktif.

Melalui dukungan tersebut, penyandang disabilitas di Kota Tanjungpinang diharapkan semakin berdaya, mandiri, dan memiliki ruang yang lebih luas untuk berkarya.

Jasa Maklon Skincare Tangerang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *