Bintan, Jurnalkota.co.id
Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Kepulauan Riau, Dewi Kumalasari, mengatakan Posyandu kini tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan ibu dan anak, tetapi telah bertransformasi untuk mendukung enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Hal itu disampaikan Dewi Kumalasari saat mengunjungi Posyandu Melati II di Desa Toapaya, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, Kamis (10/9/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Dewi Kumalasari mendorong para kader Posyandu Melati II untuk terus memperkuat peran dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat sejalan dengan transformasi Posyandu.
“Posyandu sekarang bukan hanya untuk pelayanan kesehatan ibu dan anak atau imunisasi, tetapi sudah bertransformasi ke bidang pelayanan dasar lainnya, seperti pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat, serta sosial,” ujar Dewi Kumalasari.
Dewi Kumalasari yang juga menjabat Wakil Ketua I DPRD Provinsi Kepri menjelaskan, enam bidang SPM tersebut meliputi kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan sosial.
Menurut dia, perluasan pelayanan tersebut menjadikan Posyandu sebagai wadah strategis untuk menampung berbagai aspirasi dan keluhan masyarakat mengenai pelayanan dasar.
Persoalan yang ditemukan dan dihimpun oleh kader Posyandu, kata Dewi Kumalasari, selanjutnya dapat diteruskan kepada pemerintah untuk mendapatkan penanganan sesuai dengan kewenangan masing-masing.
“Untuk itu, kader Posyandu memiliki peran yang sangat besar sebagai jembatan untuk menghimpun dan melaporkan berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat, sehingga dapat segera ditindaklanjuti, baik di tingkat pemerintah desa, kabupaten, maupun provinsi,” katanya.
Dewi Kumalasari menilai, kader merupakan ujung tombak pelayanan Posyandu karena berinteraksi langsung dengan masyarakat. Kader juga dinilai memahami kebutuhan dan berbagai persoalan yang muncul di lingkungan tempat tinggalnya.
Karena itu, kemampuan kader dalam melakukan pendataan, menyampaikan informasi, memberikan edukasi, serta menjalin koordinasi dengan pemerintah perlu terus diperkuat.
Selain mendorong peningkatan peran kader, Dewi Kumalasari mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendukung keberadaan dan keberlanjutan Posyandu di lingkungan masing-masing.
Menurut dia, partisipasi aktif masyarakat menjadi salah satu kunci agar berbagai pelayanan yang tersedia di Posyandu dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Kami berharap ibu-ibu dan para orangtua dapat membawa anak-anaknya ke Posyandu untuk mendapatkan imunisasi atau vaksinasi. Ini penting untuk menjaga kekebalan tubuh dan kesehatan anak,” ujar Dewi Kumalasari.
Dewi Kumalasari juga menekankan pentingnya peran kader Posyandu dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, terutama mengenai pencegahan tengkes atau stunting serta pemenuhan gizi bagi anak.
Pemantauan pertumbuhan anak secara berkala dinilai penting untuk mendeteksi lebih dini kemungkinan munculnya gangguan pertumbuhan. Dengan demikian, penanganan dapat dilakukan sebelum kondisi tersebut berdampak lebih jauh terhadap tumbuh kembang anak.
Menurut Dewi Kumalasari, perhatian terhadap pemenuhan gizi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan kader Posyandu, tetapi juga membutuhkan keterlibatan keluarga.
Orangtua diharapkan rutin membawa anak ke Posyandu agar pertumbuhan dan perkembangannya dapat dipantau sekaligus mendapatkan informasi mengenai pola asuh serta pemenuhan gizi yang tepat.
Dewi Kumalasari berharap, transformasi Posyandu mampu memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat. Selain menjaga kesehatan ibu dan anak, Posyandu diharapkan menjadi bagian penting dalam memperkuat integrasi pelayanan dasar pada enam bidang SPM.
“Kita berharap ke depan, melalui Posyandu ini, kesehatan anak-anak semakin terjaga sekaligus mampu memperkuat integrasi pelayanan pada enam bidang SPM lainnya,” tuturnya.
Dalam kunjungan tersebut, Dewi Kumalasari juga menyerahkan bantuan berupa paket bahan kebutuhan pokok kepada masyarakat di Posyandu Melati II, Desa Toapaya.
Penyerahan bantuan itu menjadi bagian dari kepedulian terhadap masyarakat sekaligus melengkapi kegiatan pembinaan dan penguatan pelayanan Posyandu di wilayah tersebut.








