Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id
Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad membuka Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Kepri 2026 di Pelataran Tugu Daun Sirih, Tepi Laut, Kota Tanjungpinang, Minggu (1/11/2026).
Ajang olahraga tingkat provinsi tersebut diikuti 2.675 atlet dan ofisial dari tujuh kabupaten/kota se-Kepri. Sebanyak 30 cabang olahraga dipertandingkan di 24 lokasi pertandingan di Tanjungpinang.
Ansar Ahmad mengatakan, Porprov menjadi kesempatan untuk menjaring atlet potensial yang dapat mewakili Kepulauan Riau dalam kompetisi yang lebih tinggi.
“Porprov bukan hanya menjadi ajang memperebutkan medali, tetapi juga momentum menjaring atlet potensial yang nantinya dapat mewakili Kepri dalam berbagai kompetisi olahraga nasional maupun internasional,” tutur Ansar Ahmad.
Ia mengapresiasi Pemerintah Kota Tanjungpinang, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kepri, serta seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan Porprov VI Kepri.
Ansar Ahmad berharap kompetisi tersebut dapat membuka peluang bagi atlet daerah untuk mengembangkan prestasi dan melangkah ke tingkat nasional maupun internasional.
Sementara itu, Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah mengajak masyarakat turut mendukung kelancaran penyelenggaraan Porprov. Salah satunya dengan memberikan sambutan yang ramah kepada atlet, ofisial, dan tamu dari berbagai daerah.
“Saya mengajak masyarakat untuk ikut mendukung kesuksesan penyelenggaraan Porprov dengan memberikan sambutan ramah kepada seluruh kontingen dan tamu dari berbagai daerah,” ucap Lis.
Ketua KONI Kepri Usep Rahmat mengatakan, peningkatan kualitas atlet dan pelatih menjadi perhatian dalam memperkuat pembinaan olahraga di daerah.
Menurut dia, pembinaan yang berkelanjutan diharapkan dapat melahirkan atlet yang mampu bersaing dan mengharumkan nama Kepulauan Riau.
“Dengan pembinaan yang dilakukan KONI secara berkelanjutan, diharapkan lahir atlet berprestasi yang mampu membawa nama Kepri ke tingkat nasional maupun internasional,” ujar Usep.
Pembukaan Porprov VI Kepri 2026 diwarnai parade kontingen dari tujuh kabupaten/kota peserta, yakni Kabupaten Kepulauan Anambas, Natuna, Lingga, Karimun, Bintan, serta Kota Tanjungpinang dan Batam.









