Pekerjaan Pembangunan SD dan SMP Terpadu Diduga Minim Pengawasan

Jasa Maklon Sabun

Jakarta, Jurnalkota.co.id

Pembangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 04 dan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN), SD/SMP terpadu, yang berada di Kembangan Utara, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, diduga minim pengawasan.

Pekerjaan pembangunan SDN dan SMP terpadu Kelurahan Kembangan Utara, terlihat pada pada bagian dinding belakang mengalami perbedaan bentuk, ada yang menonjol dan ada yang bergelombang, seakan-akan tidak ada perencanaan gambar pada bentuk bangunan bagian belakang.

Saat media mengkonfirmasi via WhatsApp terkait hal tersebut pada Sekertaris Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taga mengatakan, agar konfirmasi media ini langsung mengkonfirmasi kepada Kepala UPT Prasardik, agar tidak salah menjawab.

“Mohon maaf Saya konfirmasi ke kepala UPT Prasardik ya pak, agar tidak salah menjawab,” kata Sekdis Pendidikan DKI Jakarta, Taga, Kamis (02/05/2024).

Masih diungkapkan Taga, terkait pembangunan gedung SD/SMP Terpadu tersebut, agar media bisa langsung mengkonfirmasi ke staf yang menangani pembangunan Sekolah wilayah Jakarta Barat, biar jelas informasinya dan sudah saya prolog ke Pak Salman.

“Ijin pak boleh konfirmasi ke staf yang tangani pembangunan Sekolah wilayah Jakarta Barat agar jelas informasinya, sudah Saya prolog ke Pak Salman,” ungkap Taga.

Sementara itu, Unit Pelaksana Prasarana dan Sarana Pendidikan (Prasardik) Dinas Pendidikan DKI Jakarta Salman, dikonfirmasi media belum menjawab pertanyaan media yang disampaikan melalui aplikasi WhatsApp, Senin (6/5/2024).

Ditempat terpisah, pengamat konstruksi, Lukman, ketika dimintai pendapatnya mengenai hal ini mengatakan, kalau dikatakan layak atau tidak itu banyak faktor dan cara pandang masing masing, tapi jika dilihat dari pandangan mata arsitektural pekerjaan tersebut tidak rapih.

“Seharusnya finishing dinding dibuat rata, balokan mau dibuat kelihatan atau tidak, jika harus diperlihatkan seharusnya dibuat rata garis tonjolan balokan tersebut. Jika dibuat tidak terlihat, harusnya dinding pasangan bata dipasang rata dengan balokan, sehingga terlihat lebih rapih. kalau seperti itu terkesan pekerjaan sembarangan dan diduga minim pengawasan.

Lukman juga berharap, pihak penyelenggara dalam hal ini Dinas Pendidikan harus tegas terhadap pihak pelaksana jangan asal jadi, karena finishing pekerjaan konstruksi itu yang menandakan pekerjaan itu rapi apa tidak.

“Dinas Pendidikan DKI Jakarta harus teliti pada pekerjaan konstruksi, apakah hasil pekerjaan itu sesuai dengan gambar atau tidak,” harap Lukman.

Penulis : Haris
Sumber : Lukman (Pengamat Konstruksi)

Jasa Maklon Skincare Tangerang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *