Kuantan Singingi, Jurnalkota.co.id
Jalur Alam Cahayo Tuah Nagori dari Sikakak, Kecamatan Cerenti, berhasil meraih gelar juara Pacu Jalur Rayon I Kuantan Singingi (Kuansing) yang digelar di Tepian 3 Muaro, Kecamatan Cerenti. Kepastian tersebut diperoleh setelah Alam Cahayo Tuah Nagori menaklukkan jalur Panglimo Gagak Itam dari Sungai Onangan, Desa Pulau Busuk, Kecamatan Inuman, pada partai final yang berlangsung Minggu (14/6/2026) petang.

Kemenangan tersebut disambut gegap gempita oleh para pendukung yang memadati arena pacu. Ribuan masyarakat yang sejak siang memadati tepian sungai menjadi saksi keberhasilan Alam Cahayo Tuah Nagori mengangkat trofi juara setelah melalui serangkaian perlombaan yang berlangsung ketat.
Partai final berlangsung dalam suasana penuh semangat. Panglimo Gagak Itam yang tampil di hadapan pendukungnya sendiri berupaya memberikan perlawanan maksimal. Namun, sejak awal perlombaan, Alam Cahayo Tuah Nagori mampu menunjukkan performa terbaiknya.
Jalur asal Sikakak itu tampil konsisten dan mampu menjaga keunggulan hingga garis akhir. Meski Panglimo Gagak Itam sempat memberikan tekanan hingga pancang keempat, Alam Cahayo Tuah Nagori tetap mampu mempertahankan ritme kayuhan dan akhirnya memastikan kemenangan.
Keberhasilan tersebut melengkapi catatan impresif Alam Cahayo Tuah Nagori sepanjang turnamen. Sejak babak penyisihan, mereka tampil dominan dengan menyapu bersih seluruh lawan yang dihadapi hingga akhirnya mengunci gelar juara di partai puncak.
Bupati Kuantan Singingi, Suhardiman Amby, yang hadir langsung menyaksikan final bersama Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam ajang budaya tahunan tersebut.
Menurut Suhardiman, kemenangan merupakan hasil dari kerja keras dan latihan yang dilakukan setiap jalur. Namun yang terpenting, kata dia, Pacu Jalur tetap menjadi sarana mempererat persaudaraan dan menjaga kelestarian budaya masyarakat Kuantan Singingi.
“Saya mengucapkan selamat kepada seluruh pemenang. Bagi jalur yang belum berhasil meraih juara, jangan berkecil hati. Yang paling penting, Pacu Jalur ini mampu mempererat silaturahmi dan persaudaraan antarmasyarakat,” ujar Suhardiman.
Bupati juga memberikan apresiasi kepada panitia pelaksana, Pemerintah Kecamatan Cerenti, aparat keamanan, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan penyelenggaraan Pacu Jalur Rayon I tahun 2026.
Menurutnya, pelaksanaan lomba berlangsung aman, tertib, dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa Pacu Jalur masih menjadi salah satu daya tarik budaya terbesar di Kabupaten Kuantan Singingi.
“Kepada Camat Cerenti beserta seluruh jajaran, saya sampaikan terima kasih karena telah sukses menyelenggarakan kegiatan ini. Pelaksanaannya berjalan lancar, aman, dan mampu menghadirkan hiburan sekaligus kebanggaan bagi masyarakat,” kata Suhardiman.
Ia juga memberikan penghargaan kepada jalur-jalur yang berhasil menorehkan prestasi, termasuk Panglimo Gagak Itam yang sukses melaju hingga partai final dan meraih posisi runner-up.
Sementara itu, Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana menilai penyelenggaraan Pacu Jalur Rayon I Cerenti tahun ini dapat menjadi contoh pelaksanaan event budaya yang berjalan sukses baik dari sisi penyelenggaraan maupun prestasi.
“Event ini sukses pelaksanaan dan sukses prestasi. Kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah menjaga keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung,” ujar Hidayat.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga sportivitas dan menjadikan Pacu Jalur sebagai ajang pemersatu masyarakat Kuantan Singingi.
Selain menghadirkan hiburan bagi masyarakat, penyelenggaraan Pacu Jalur juga membawa dampak positif terhadap perekonomian warga setempat. Selama beberapa hari pelaksanaan lomba, kawasan Tepian 3 Muaro dipadati pengunjung dari berbagai daerah.
Kondisi tersebut memberikan keuntungan bagi para pelaku usaha kecil dan pedagang yang membuka lapak di sekitar arena perlombaan. Berbagai jenis makanan, minuman, hingga produk UMKM lokal laris diburu pengunjung.
Salah seorang pedagang makanan, Abu Kalat (56), mengaku memperoleh pendapatan yang lebih baik dibandingkan hari biasa selama pelaksanaan Pacu Jalur berlangsung.
“Lumayan, Bang. Selama Pacu Jalur ini pembeli ramai. Omzet meningkat karena banyak masyarakat yang datang menonton,” ujar Abu.
Menurutnya, event budaya seperti Pacu Jalur tidak hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi warga yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas perdagangan.
Dengan berakhirnya Pacu Jalur Rayon I di Tepian 3 Muaro Cerenti, perhatian masyarakat Kuantan Singingi kini akan tertuju pada rangkaian perlombaan berikutnya menuju Festival Pacu Jalur yang akan digelar di Tepian Narosa, Teluk Kuantan. Keberhasilan Alam Cahayo Tuah Nagori menjadi juara di Cerenti sekaligus menegaskan status mereka sebagai salah satu jalur yang patut diperhitungkan pada kompetisi tingkat kabupaten mendatang.












