Bintan, Jurnalkota.co.id
Personel Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 02/Bintan Timur Kodim 0315/Tanjungpinang bersama petugas pemadam kebakaran dan masyarakat berjibaku memadamkan kebakaran lahan di Kampung Cikolek, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, Kamis (27/8/2026).
Kebakaran melanda lahan kosong seluas kurang lebih satu hektar di RT 002/RW 001, Dusun I, Desa Toapaya, Kecamatan Toapaya. Api sempat sulit ditangani karena kendaraan pemadam kebakaran tidak dapat menjangkau titik kebakaran secara langsung.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui Babinsa Toapaya, Sertu Pedri Marlis, setelah menerima laporan masyarakat mengenai kemunculan api di lahan kosong kawasan Kampung Cikolek.
Mendapatkan informasi tersebut, Pedri segera menuju lokasi untuk memastikan kondisi kebakaran. Ia kemudian berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Toapaya, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Toapaya, personel Koramil 02/Bintan Timur, dan masyarakat setempat.
Koordinasi dilakukan agar api dapat segera ditangani sebelum merambat ke lahan lain di sekitarnya. Warga yang berada tidak jauh dari lokasi juga ikut membantu proses pemadaman.
Sebanyak tiga personel Babinsa Koramil 02/Bintan Timur, enam petugas Damkar Toapaya, dan sekitar 30 warga terlibat dalam penanganan kebakaran tersebut.
Mereka bergotong royong memadamkan api menggunakan satu unit mobil pemadam kebakaran dan satu mesin pompa air Robin milik warga. Keterbatasan akses menuju titik api menjadi salah satu kendala selama proses pemadaman.
Kondisi jalan di sekitar lokasi tidak dapat dilalui mobil pemadam hingga mendekati titik kebakaran. Akibatnya, personel gabungan harus menyesuaikan cara penanganan dengan memanfaatkan peralatan yang tersedia.
Meski menghadapi kesulitan tersebut, personel Babinsa, petugas Damkar, dan masyarakat terus berupaya mengendalikan api agar tidak meluas. Mereka bekerja bersama dengan mengarahkan air ke bagian lahan yang masih terbakar dan memastikan kobaran api dapat ditekan.
Proses penanganan berlangsung hingga malam hari. Setelah melalui upaya pemadaman bersama, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 20.30 WIB.
Berdasarkan dugaan sementara, kebakaran dipicu bara api dari lokasi kebakaran sebelumnya yang kembali menyala. Kondisi cuaca panas dan tiupan angin kencang diduga turut mempercepat penyebaran api di lahan tersebut.
Namun, penyebab pasti kebakaran masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Tidak disebutkan adanya korban jiwa maupun bangunan yang terdampak dalam peristiwa tersebut.
Danramil 02/Bintan Timur Kodim 0315/Tanjungpinang, Kapten Inf Maswendra, mengapresiasi kesigapan seluruh unsur yang terlibat dalam pemadaman kebakaran lahan itu.
Menurut Maswendra, kerja sama antara aparat, petugas pemadam kebakaran, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mencegah api menyebar ke kawasan yang lebih luas.
“Kami mengapresiasi kesigapan seluruh pihak yang telah bersama-sama berupaya memadamkan api. Kerja sama dan kepedulian seluruh pihak sangat penting dalam mencegah kebakaran agar tidak meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar,” ujar Maswendra.
Ia mengatakan, laporan cepat dari masyarakat memungkinkan aparat dan petugas terkait segera bergerak menuju lokasi. Respons awal diperlukan karena kebakaran lahan dapat meluas dengan cepat, terutama saat cuaca panas disertai angin kencang.
Maswendra juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya selama kondisi cuaca panas dan musim kemarau.
Masyarakat diminta tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Pembakaran sampah secara sembarangan juga perlu dihindari karena bara api yang terlihat padam dapat kembali menyala dan merambat ke lahan di sekitarnya.
“Kami juga mengingatkan masyarakat agar segera melaporkan kepada aparat setempat apabila menemukan titik api, sehingga dapat segera dilakukan penanganan sebelum api meluas,” kata Maswendra.
Ia menekankan, pengawasan setelah proses pemadaman juga perlu dilakukan untuk memastikan tidak ada bara api yang tertinggal. Hal itu penting mengingat kebakaran di Kampung Cikolek diduga berasal dari bara pada lokasi yang sebelumnya terbakar.
Kehadiran Babinsa dalam penanganan kebakaran tersebut merupakan bagian dari upaya membantu masyarakat sekaligus mendukung penanggulangan bencana di wilayah binaan.
Sebagai aparat kewilayahan, Babinsa berperan meneruskan informasi, membangun koordinasi dengan instansi terkait, dan membantu penanganan awal ketika terjadi keadaan darurat di tengah masyarakat.
Sementara itu, keterlibatan warga menunjukkan pentingnya gotong royong dalam menghadapi kebakaran lahan. Dukungan masyarakat, termasuk penyediaan mesin pompa air, membantu proses pemadaman ketika kendaraan Damkar mengalami kesulitan menjangkau titik api.
Peristiwa di Kampung Cikolek juga menjadi pengingat agar masyarakat tidak menganggap sepele sisa bara di lahan yang telah terbakar. Bara yang belum benar-benar padam berpotensi kembali menyala apabila terkena tiupan angin dan berada di tengah material yang mudah terbakar.
Karena itu, masyarakat diimbau memastikan api dan bara telah padam sepenuhnya setelah melakukan aktivitas di sekitar lahan. Apabila menemukan asap atau titik api, warga diminta segera menghubungi pemerintah desa, Babinsa, kepolisian, atau petugas pemadam kebakaran terdekat.
Sinergi Babinsa Koramil 02/Bintan Timur, Damkar Toapaya, Pemerintah Desa Toapaya, dan masyarakat akhirnya membuat kebakaran dapat dikendalikan. Penanganan cepat tersebut juga mencegah api menjalar lebih luas ke kawasan sekitar Kampung Cikolek.









