Bintan, Jurnalkota.co.id
Personel Koramil 02/Bintan Timur, Kopda Darma, memberikan pembinaan karakter kepada siswa dan siswi SMK Negeri 1 Bintan Timur, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, Kamis (10/9/2026).
Kopda Darma yang bertugas sebagai Bintara Pembina Desa (Babinsa) Kelurahan Sungai Lekop hadir sebagai narasumber dalam kegiatan bertajuk “Pembinaan Karakter Murid”.
Kegiatan yang dimulai pukul 07.30 WIB tersebut berlangsung di SMK Negeri 1 Bintan Timur, Jalan Korindo Kilometer 22, RT 04/RW 05, Kelurahan Sungai Lekop, Kecamatan Bintan Timur.
Dalam pembinaan itu, Kopda Darma menyampaikan sejumlah materi yang berkaitan dengan pembentukan kepribadian pelajar. Materi tersebut meliputi integritas, kejujuran, kedisiplinan, etos kerja, tanggung jawab, kepemimpinan, kerja sama, nasionalisme, serta bela negara.
Nilai-nilai tersebut dinilai penting ditanamkan sejak pelajar masih berada di bangku sekolah. Selain mendukung proses pendidikan, karakter yang kuat juga diperlukan sebagai bekal bagi siswa sekolah menengah kejuruan ketika memasuki dunia kerja.
Kopda Darma mengatakan, keberhasilan siswa tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik maupun keterampilan teknis. Sikap, tanggung jawab, dan kemampuan berinteraksi dengan orang lain juga menjadi bagian penting dalam menghadapi berbagai tantangan setelah menyelesaikan pendidikan.
“Pembentukan karakter harus dimulai sejak di bangku sekolah. Jadilah siswa yang disiplin, jujur, bertanggung jawab, dan mampu bekerja sama dengan orang lain,” ujar Kopda Darma dalam kegiatan tersebut.
Menurut dia, karakter yang baik akan menjadi modal bagi para siswa, baik ketika mengikuti proses pembelajaran, memasuki dunia kerja, maupun menjalani kehidupan di tengah masyarakat.
“Karakter yang baik akan menjadi bekal penting, bukan hanya untuk menyelesaikan pendidikan, tetapi juga ketika nantinya memasuki dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat,” katanya.
Dalam materi mengenai integritas dan kejujuran, para siswa didorong untuk membiasakan diri berkata dan bertindak sesuai dengan kenyataan. Mereka juga diingatkan agar menjadi pribadi yang dapat dipercaya serta berani bertanggung jawab atas setiap keputusan dan tindakan.
Kejujuran, menurut Kopda Darma, perlu diterapkan dalam berbagai hal sederhana di lingkungan sekolah. Sikap tersebut dapat dimulai dengan menaati aturan, tidak melakukan kecurangan, menyelesaikan tugas dengan kemampuan sendiri, serta menjaga kepercayaan yang telah diberikan oleh guru maupun teman.
Sementara itu, dalam materi disiplin dan etos kerja, siswa diajak memahami pentingnya menghargai waktu, mematuhi tata tertib sekolah, dan melaksanakan kewajiban secara konsisten.
Kedisiplinan tidak hanya berkaitan dengan kehadiran tepat waktu, tetapi juga mencakup kesungguhan mengikuti pelajaran, menjaga kerapian, menyelesaikan tugas, serta menghormati guru dan sesama siswa.
Sebagai pelajar sekolah kejuruan, para siswa juga perlu membangun etos kerja sejak dini. Sebab, mereka nantinya akan berhadapan dengan lingkungan kerja yang menuntut ketepatan waktu, kemampuan beradaptasi, tanggung jawab, dan profesionalisme.
Pembinaan tersebut juga membahas kepemimpinan dan kerja sama. Para siswa didorong untuk terlebih dahulu mampu memimpin diri sendiri sebelum memimpin orang lain.
Kemampuan memimpin diri sendiri dapat diwujudkan dengan mengendalikan perilaku, menentukan prioritas, menaati aturan, dan menyelesaikan tanggung jawab tanpa harus selalu diingatkan.
Selain itu, siswa diharapkan mampu membangun kerja sama yang baik. Kemampuan tersebut dapat dilatih melalui kegiatan belajar kelompok, organisasi siswa, kegiatan ekstrakurikuler, serta berbagai aktivitas bersama di lingkungan sekolah.
Kerja sama dinilai penting karena kehidupan di lingkungan pendidikan, dunia kerja, dan masyarakat tidak dapat dijalani seorang diri. Setiap individu harus mampu berkomunikasi, menghargai perbedaan, menerima masukan, serta berkontribusi untuk mencapai tujuan bersama.
Pada kesempatan itu, Kopda Darma turut menyampaikan materi nasionalisme dan bela negara. Para siswa diajak meningkatkan kecintaan terhadap bangsa dan negara melalui tindakan nyata yang sesuai dengan usia serta kedudukan mereka sebagai pelajar.
Bela negara, kata dia, tidak selalu diwujudkan dengan mengangkat senjata. Bagi pelajar, semangat tersebut dapat diterapkan dengan belajar secara sungguh-sungguh, menjaga persatuan, menghormati perbedaan, menaati aturan, serta menghindari berbagai perilaku yang merugikan diri sendiri dan orang lain.
Pendidikan berbasis ketarunaan yang diterapkan di lingkungan sekolah juga diharapkan dapat membantu membentuk sikap disiplin, mandiri, tangguh, dan bertanggung jawab. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan siswa menghadapi dunia industri maupun kehidupan bermasyarakat.
Danramil 02/Bintan Timur Kapten Inf Maswendra, melalui Babinsa Kelurahan Sungai Lekop Kopda Darma, mengatakan bahwa keterlibatan Babinsa dalam pembinaan pelajar merupakan wujud kepedulian TNI Angkatan Darat terhadap pembentukan generasi muda yang disiplin, berkarakter, dan memiliki semangat kebangsaan.
Babinsa tidak hanya menjalankan tugas pembinaan kewilayahan, tetapi juga hadir untuk membangun komunikasi dan memberikan motivasi kepada masyarakat, termasuk para pelajar yang merupakan generasi penerus bangsa.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana memperkuat hubungan antara Koramil 02/Bintan Timur dan pihak sekolah. Sinergi antara TNI, tenaga pendidik, orangtua, serta lingkungan masyarakat diperlukan agar pembinaan karakter terhadap generasi muda dapat berjalan secara berkelanjutan.
Melalui pembinaan ini, siswa dan siswi SMK Negeri 1 Bintan Timur diharapkan tidak hanya memiliki pengetahuan dan keterampilan sesuai bidang kejuruan masing-masing, tetapi juga tumbuh sebagai pribadi yang berintegritas.
Para siswa juga diharapkan mampu menerapkan nilai kedisiplinan, kejujuran, tanggung jawab, kepemimpinan, kerja sama, nasionalisme, dan bela negara dalam kehidupan sehari-hari.
Kehadiran Babinsa sebagai narasumber menjadi salah satu bentuk dukungan TNI AD terhadap upaya sekolah dalam mempersiapkan generasi muda yang berkualitas, berkarakter, memiliki semangat kebangsaan, serta siap menghadapi tantangan pendidikan dan dunia kerja.








