Beri Pembekalan, Lis Darmansyah Titip Empat Pesan kepada 56 Capaska Tanjungpinang

Jasa Maklon Sabun

Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id

Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah menitipkan empat pesan kepada 56 calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Tanjungpinang 2026. Mereka diminta menjaga persatuan, menjadi teladan, mempertahankan disiplin, serta menjaga nama baik.

Lis Darmansyah menegaskan, tanggung jawab sebagai Paskibraka tidak berakhir setelah menjalankan tugas mengibarkan Bendera Merah Putih. Nilai dan karakter yang diperoleh selama pembinaan harus tetap melekat setelah mereka purna.

Pesan tersebut disampaikan Lis Darmansyah saat memberikan pembekalan bertema “Pancasila Ideologi Bangsa Indonesia” kepada 56 calon Paskibraka Kota Tanjungpinang di Hotel Alltrue, Jalan Gudang Minyak, Kota Tanjungpinang, Selasa (11/8/2026) malam.

Menurut Lis Darmansyah, para peserta tidak terpilih menjadi calon Paskibraka hanya karena mampu berjalan tegap, memberikan penghormatan, atau menjalankan tugas dalam upacara.

Mereka telah melewati proses hingga terpilih karena dinilai memiliki kemampuan, kedisiplinan, tanggung jawab, ketahanan mental, dan semangat kebangsaan.

“Kalian bukan hanya sekadar pengibar Merah Putih. Kalian anak-anak bangsa pilihan karena memiliki kemampuan, disiplin, tanggung jawab, ketahanan mental dan semangat kebangsaan,” ujar Lis Darmansyah.

Lis Darmansyah mengingatkan, ketika menjalankan tugas di hadapan Bendera Merah Putih, para calon Paskibraka tidak hanya membawa nama pribadi.

Mereka juga membawa nama orang tua, keluarga, sekolah, Kota Tanjungpinang, hingga Provinsi Kepulauan Riau.

Karena itu, perilaku dan sikap setiap anggota Paskibraka perlu dijaga, baik selama menjalani pendidikan dan pelatihan maupun setelah menyelesaikan tugas.

“Jangan menganggap tugas ini sebagai seremoni atau tugas tahunan. Ini adalah kehormatan, tanggung jawab dan kepercayaan yang diberikan kepada kalian,” kata Lis Darmansyah.

Empat Pesan untuk Capaska

Dalam pembekalan tersebut, Lis Darmansyah secara khusus menitipkan empat hal kepada para calon Paskibraka.

Pertama, menjaga persatuan. Kedua, menjadi teladan bagi lingkungan sekitar. Ketiga, mempertahankan kedisiplinan yang telah dibentuk selama menjalani pembinaan. Keempat, menjaga nama baik diri sendiri, keluarga, sekolah, dan daerah.

Menurut Lis Darmansyah, nilai-nilai tersebut tidak boleh hilang ketika peserta telah menyelesaikan tugas sebagai Paskibraka.

“Paskib adalah karakter seumur hidup. Setelah purna, kalian harus membawa karakter yang sudah ditanamkan,” pesannya.

Lis Darmansyah mengatakan, generasi muda saat ini juga memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan perjuangan bangsa. Namun, bentuk perjuangan yang dihadapi berbeda dengan generasi terdahulu.

Jika para pahlawan berjuang menggunakan senjata dan mempertaruhkan jiwa untuk merebut serta mempertahankan kemerdekaan, generasi sekarang menghadapi tantangan yang berbeda.

Lis Darmansyah menyebut sejumlah persoalan yang harus dihadapi generasi muda, mulai dari kemiskinan, ketertinggalan, penyalahgunaan narkoba, intoleransi, radikalisme, korupsi, hoaks dan disinformasi, pengangguran, hingga kerusakan lingkungan.

Berbagai persoalan tersebut, kata dia, harus dihadapi melalui penguasaan ilmu pengetahuan, disiplin, karakter, kreativitas, pemanfaatan teknologi, dan prestasi.

“Jangan pernah merasa perjuangan telah selesai. Kemerdekaan memang telah diraih, tetapi Indonesia masih harus terus diperjuangkan,” ujar Lis Darmansyah.

Merah Putih di Dada, Bakti Sepanjang Hidup

Pembekalan kepada 56 calon Paskibraka tersebut juga membahas Pancasila sebagai ideologi dan falsafah bangsa.

Lis Darmansyah menjelaskan perjalanan Pancasila dalam sejarah Indonesia, nilai dan fungsinya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, serta makna Bendera Merah Putih bagi seorang Paskibraka.

Menurut dia, Pancasila tidak cukup hanya dipahami sebagai pengetahuan. Nilai-nilainya perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk oleh para calon Paskibraka sebagai generasi muda.

Hal serupa berlaku terhadap makna Merah Putih. Bagi seorang Paskibraka, tugas mengibarkan bendera bukan hanya bagian dari rangkaian upacara, tetapi juga membawa tanggung jawab untuk menjaga nilai kebangsaan.

“Merah Putih di dada, bakti sepanjang hidup. Itu falsafah yang harus tertanam di dalam seorang anggota Paskibraka,” kata Lis Darmansyah.

Ia berharap pengalaman mengikuti Paskibraka menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan hidup para peserta.

Kedisiplinan, tanggung jawab, kebersamaan, ketahanan mental, dan semangat kebangsaan yang diperoleh selama proses pembinaan diharapkan tidak hilang setelah mereka kembali ke lingkungan sekolah dan masyarakat.

Menurut Lis Darmansyah, pengalaman menjadi bagian dari Paskibraka juga merupakan catatan sejarah tersendiri bagi para peserta karena mereka mendapat kepercayaan untuk menjalankan tugas dalam momentum peringatan kemerdekaan.

“Kalian mengukir sejarah. Paling tidak, bakti kalian kepada bangsa saat mengibarkan Sang Merah Putih tetap hidup. Kalian adalah bagian dari sejarah Kota Tanjungpinang,” tutur Lis Darmansyah.

 

Jasa Maklon Skincare Tangerang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed