Lebak, Jurnalkota.co.id
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi menyusul meningkatnya curah hujan dalam beberapa hari terakhir.
Kepala BPBD Kabupaten Lebak Sukanta mengatakan peringatan tersebut disampaikan guna mengurangi risiko bencana yang dapat menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materi.
“Peringatan kewaspadaan ini untuk mengurangi risiko kebencanaan agar tidak menimbulkan korban jiwa,” kata Sukanta di Lebak, Jumat (6/3/2026).
Ia menjelaskan, dalam beberapa hari terakhir wilayah Kabupaten Lebak mengalami curah hujan dengan intensitas sedang yang terjadi sejak pagi, siang, sore hingga dini hari.
Kondisi cuaca tersebut berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan pergerakan tanah di sejumlah wilayah rawan.
Untuk mengantisipasi kemungkinan tersebut, BPBD Lebak telah menyiagakan posko utama kebencanaan yang melibatkan sekitar 30 petugas serta relawan di 28 kecamatan.
Petugas juga dilengkapi dengan berbagai peralatan evakuasi, seperti perahu karet, pelampung, gergaji mesin, tali tambang, tenda darurat, kendaraan operasional, hingga logistik kebencanaan.
“Kami berharap masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah rawan bencana hidrometeorologi, dapat meningkatkan kewaspadaan seiring curah hujan yang cukup tinggi,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Bayah Timur Rafik Rahmat Taufik mengatakan wilayahnya terdampak pergerakan tanah yang menyebabkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan.
“Sekitar 40 rumah warga mengalami kerusakan cukup parah akibat pergerakan tanah, dan beberapa rumah sudah dikosongkan karena dikhawatirkan roboh,” kata Rafik.
Ia mengimbau warga agar tetap waspada, mengingat curah hujan yang tinggi dalam sepekan terakhir telah memicu retakan pada sejumlah bangunan rumah.
“Kami meminta warga tetap waspada karena curah hujan yang tinggi membuat tanah bergerak dan menyebabkan keretakan pada rumah warga,” ujarnya.
Penulis: Noma
Editor: Antoni







