Jakarta, Jurnalkota.co.id
Komando Armada I (Koarmada I) terus memperkuat kesiapan operasional unsur laut melalui penyegaran kepemimpinan di jajaran kapal perang. Hal itu ditandai dengan serah terima jabatan (sertijab) Komandan KRI Cut Nyak Dien-375 serta pengukuhan Komandan KRI Hasan Basri-382 yang dipimpin langsung Komandan Satuan Kapal Eskorta (Dansatkor) Koarmada I, Kolonel Laut (P) Nopriadi.
Upacara berlangsung di Geladak RBU KRI Cut Nyak Dien-375, Pondok Dayung, Jakarta, Senin (13/4/2026), dalam suasana khidmat dan penuh semangat prajurit.
Dalam kegiatan tersebut, jabatan Komandan KRI Cut Nyak Dien-375 resmi diserahterimakan dari Letkol Laut (P) Hendra Kurniawan kepada Letkol Laut (P) Haryanto Wibowo. Pergantian ini menjadi bagian dari mekanisme pembinaan organisasi sekaligus regenerasi kepemimpinan di lingkungan TNI Angkatan Laut.
Usai menyerahkan jabatan, Hendra Kurniawan mendapat penugasan baru sebagai Komandan KRI Radjiman Wedyodiningrat-992. Sementara itu, Haryanto Wibowo sebelumnya menjabat sebagai Kasi Antraopskerma Subdis Stratikops Disopslatal.
Pada kesempatan yang sama, Dansatkor Koarmada I juga mengukuhkan Letkol Laut (P) Novie Adolov Dolonseda sebagai Komandan KRI Hasan Basri-382. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Komandan KRI Tuna-876.
Pengukuhan tersebut menjadi bagian dari upaya penyegaran organisasi sekaligus penguatan kesiapan unsur kapal eskorta Koarmada I dalam menghadapi berbagai tugas operasi di wilayah perairan strategis Indonesia.
Dalam amanatnya, Kolonel Laut (P) Nopriadi menegaskan bahwa serah terima jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi yang tidak terpisahkan dari proses pembinaan personel.
“Serah terima jabatan merupakan proses dinamisasi organisasi dan pembinaan personel dalam rangka regenerasi serta pengembangan karier prajurit,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan seorang Komandan KRI dapat diukur dari kemampuan melaksanakan operasi dan latihan secara optimal, aman, serta tanpa menimbulkan kerugian personel maupun materiil.
Menurut Nopriadi, peran Komandan KRI sangat strategis dalam menentukan arah dan prioritas pelaksanaan tugas di lapangan. Selain itu, komandan juga bertanggung jawab menjaga kesiapan operasional kapal serta membina disiplin prajurit.
“Komandan KRI harus mampu menentukan prioritas sasaran, menjaga kesiapan operasional unsur, serta membina disiplin dan kesejahteraan prajurit beserta keluarganya,” kata dia.
Lebih lanjut, ia mengingatkan seluruh prajurit untuk terus meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan tugas, serta menghindari berbagai bentuk pelanggaran yang dapat merugikan diri sendiri maupun institusi.
Dansatkor juga menekankan pentingnya menjaga nama baik satuan, keluarga, dan Koarmada I dalam setiap pelaksanaan tugas, seiring dengan tuntutan tugas TNI AL yang semakin kompleks di wilayah perairan nasional.
Melalui pergantian dan pengukuhan jabatan ini, Koarmada I berharap seluruh unsur kapal eskorta semakin solid, profesional, dan siap menjalankan tugas menjaga kedaulatan serta keamanan laut Indonesia.








