Lebak, Jurnalkota.co.id
Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Lebak, Banten, menerapkan program Hari Belajar Guru dan Kepala Sekolah sebagai upaya meningkatkan kompetensi tenaga pendidik serta mutu pembelajaran di satuan pendidikan.
Kepala Disdik Kabupaten Lebak Doddy Irawan mengatakan, program tersebut dilaksanakan selama empat bulan, yakni mulai Juni hingga September 2026.
“Kami menerapkan program itu mulai Juni sampai September 2026,” kata Doddy di Kabupaten Lebak, Senin (24/8/2026).
Menurut Doddy, program Hari Belajar Guru dan Kepala Sekolah dirancang untuk memperkuat budaya belajar di lingkungan sekolah. Program tersebut juga memberikan ruang bagi guru dan kepala sekolah untuk melakukan refleksi sekaligus mengembangkan kompetensi secara berkelanjutan.
Peningkatan kemampuan guru dan kepala sekolah dinilai penting karena keduanya memiliki peran strategis dalam menentukan kualitas penyelenggaraan pendidikan. Guru bertanggung jawab terhadap pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, sedangkan kepala sekolah berperan dalam pengelolaan satuan pendidikan dan pengawasan proses pembelajaran.
Karena itu, kegiatan dalam program Hari Belajar Guru dan Kepala Sekolah dilaksanakan melalui pertemuan secara berkala dan bergiliran.
Untuk guru, pertemuan digelar sekali dalam dua minggu. Dalam pertemuan tersebut, para guru membahas pengembangan kegiatan belajar mengajar yang diterapkan di masing-masing satuan pendidikan.
Pembahasan juga disesuaikan dengan mata pelajaran yang diampu oleh setiap guru. Dengan demikian, materi yang dibicarakan dapat lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran di kelas.
Pengawas sekolah dilibatkan sebagai narasumber sekaligus pendamping dalam kegiatan tersebut. Mereka bertugas memberikan arahan serta mengevaluasi kemampuan guru dalam menyampaikan materi pelajaran kepada peserta didik.
Kinerja guru kemudian dinilai berdasarkan sejumlah indikator dengan kategori di atas ekspektasi, sesuai ekspektasi, dan di bawah ekspektasi.
Guru yang memperoleh penilaian di bawah ekspektasi akan mendapatkan pembinaan. Langkah tersebut dilakukan untuk membantu guru memperbaiki kinerja, mulai dari aspek kedisiplinan, kehadiran di kelas, hingga kemampuan menyampaikan materi pembelajaran.
Pembinaan diharapkan tidak hanya berorientasi pada penilaian, tetapi juga menjadi sarana bagi guru untuk mengidentifikasi kekurangan serta mencari solusi terhadap kendala yang dihadapi selama proses belajar mengajar.
Sementara itu, kepala sekolah juga mengikuti pertemuan setiap dua minggu sekali. Materi pembahasan bagi kepala sekolah difokuskan pada peningkatan kemampuan manajemen dan tata kelola satuan pendidikan.
Selain itu, kepala sekolah mendapatkan penguatan mengenai pelaksanaan supervisi kelas dan supervisi terhadap guru. Kemampuan tersebut diperlukan agar kepala sekolah dapat memantau serta meningkatkan kualitas kegiatan pembelajaran di sekolah yang dipimpinnya.
“Pertemuan dalam program Hari Belajar Guru dan Kepala Sekolah dilaksanakan di tujuh subrayon untuk masing-masing jenjang PAUD, SD, dan SMP,” ujar Doddy.
Melalui pembagian wilayah tersebut, pelaksanaan program diharapkan dapat menjangkau tenaga pendidik dan kepala sekolah secara lebih luas. Pertemuan yang dilakukan secara rutin juga diharapkan menghasilkan tindak lanjut yang sesuai dengan kebutuhan setiap satuan pendidikan.
Program itu mendapat sambutan positif dari pihak sekolah. Kepala SMP Negeri 1 Rangkasbitung, Arif Budiyanto, menilai Hari Belajar Guru dan Kepala Sekolah dapat memberikan dampak terhadap peningkatan kompetensi tenaga pendidik dan mutu pendidikan.
Menurut Arif, peningkatan kompetensi guru akan berpengaruh terhadap kualitas pembelajaran yang diterima siswa. Guru tidak hanya dituntut menguasai materi pelajaran, tetapi juga perlu mampu menggunakan metode pembelajaran yang efektif dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Ia mengatakan, siswa SMPN 1 Rangkasbitung pada 2026 mampu menorehkan prestasi dalam seleksi Olimpiade Sains Nasional (OSN) yang dilaksanakan secara daring untuk bidang Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).
Namun, langkah para siswa tersebut terhenti pada tingkat Provinsi Banten sehingga belum berhasil melaju ke tingkat nasional.
Meski demikian, capaian tersebut menjadi bahan evaluasi sekaligus motivasi bagi sekolah untuk meningkatkan pembinaan kepada para siswa.
“Kami optimistis ke depan siswa SMPN 1 Rangkasbitung bisa menembus OSN tingkat nasional dengan memaksimalkan penguatan kegiatan ekstrakurikuler, Karya Ilmiah Remaja, dan pembinaan berbagai mata pelajaran,” kata Arif.
Arif mengatakan, SMPN 1 Rangkasbitung saat ini memiliki 49 guru dengan jumlah peserta didik sekitar 1.200 orang.
Dengan jumlah siswa yang cukup besar, peningkatan kompetensi guru dan penguatan tata kelola sekolah dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas pelayanan pendidikan.
Program Hari Belajar Guru dan Kepala Sekolah diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pertemuan. Hasil pembahasan, evaluasi, dan pembinaan perlu diterapkan secara langsung dalam proses pembelajaran serta pengelolaan sekolah.
Melalui program tersebut, Disdik Kabupaten Lebak berharap guru dan kepala sekolah dapat terus meningkatkan profesionalisme, memperbaiki kualitas pembelajaran, serta mendorong peserta didik meraih prestasi yang lebih baik.
Penulis: Noma
Editor: Antoni









