Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id
Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang terus mengoptimalkan penyaluran air bersih kepada masyarakat dengan menyesuaikan kondisi di lapangan. Hingga 10 April 2026, total distribusi air bersih yang telah disalurkan tercatat mencapai sekitar 894,5 ton.
Upaya ini dilakukan sebagai respons atas kebutuhan masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan akses air bersih di sejumlah wilayah, meskipun dalam beberapa hari terakhir hujan mulai turun dan sebagian layanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) telah kembali beroperasi.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tanjungpinang, Teguh Susanto, mengatakan bahwa pemerintah terus memantau perkembangan cuaca serta kondisi pasokan air sebagai dasar dalam menentukan pola distribusi.
“Perkembangan cuaca dan kondisi pasokan air menjadi salah satu faktor utama yang kami perhatikan. Penyaluran akan terus dilakukan secara adaptif, terutama pada wilayah yang masih mengalami kekurangan air bersih,” ujar Teguh, Sabtu (11/4/2026).
Ia menjelaskan, meskipun hujan mulai turun di sejumlah titik, dampaknya belum dirasakan secara merata. Di beberapa kawasan, curah hujan yang singkat belum mampu mengisi kembali sumber air warga seperti sumur, sehingga masyarakat masih bergantung pada bantuan distribusi air bersih dari pemerintah.
Pada penyaluran terbaru, bantuan air bersih telah disalurkan ke berbagai lokasi di Kota Tanjungpinang. Di antaranya, 1 ton di Jalan Pramuka Lorong Bali, 1 ton di Jalan Arjuna Asrama Putri Karimun, serta 2 ton di Jalan R.E. Martadinata.
Selain itu, distribusi juga menjangkau Jalan Taman Bahagia sebanyak 0,5 ton, Jalan Pos 1 ton, serta Perumahan Merpati Putih yang menerima pasokan cukup besar yakni 10 ton air bersih. Penyaluran juga dilakukan di Perumahan Pinang Merah sebanyak 1,5 ton, Jalan Mapur Puskesmas Sei Jang 4 ton, serta Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Tanjungpinang yang menerima 14 ton air bersih.
Koordinator Lapangan Satgas Pendistribusian Air Bersih se-Kota Tanjungpinang, Dedi Ariyanto, menuturkan bahwa kondisi di lapangan masih menunjukkan adanya ketimpangan ketersediaan air bersih antarwilayah.
“Memang ada pengaruh dari turunnya hujan dan sebagian suplai PDAM sudah kembali berjalan. Namun di beberapa titik, kondisi itu belum cukup membantu. Masih ada warga yang kesulitan mendapatkan air bersih,” jelasnya.
Ia mencontohkan kondisi di Jalan Ganet, khususnya di Perumahan Bukit Merpati Putih Blok A4, di mana warga masih mengalami kesulitan air bersih meskipun hujan telah turun dalam beberapa hari terakhir.
“Sumur warga di lokasi tersebut masih kering dan belum terjangkau layanan PDAM. Warga bahkan sempat mencoba memesan air bersih secara mandiri, namun tidak tersedia. Karena itu, kami kembali berkoordinasi dengan tim terkait, termasuk Tagana, agar distribusi bisa segera dilakukan,” ujarnya.
Dedi menegaskan, pihaknya akan terus berupaya memastikan distribusi air bersih menjangkau wilayah yang benar-benar membutuhkan, dengan mempertimbangkan kondisi riil di lapangan.
Untuk mempermudah akses layanan, masyarakat juga dapat melaporkan kebutuhan air bersih melalui Satgas Pendistribusian Air Bersih di nomor 0821-7325-5567. Selain itu, warga diimbau berkoordinasi dengan RT, RW, maupun lurah setempat agar proses penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.
Pemko Tanjungpinang memastikan bahwa distribusi air bersih akan terus dilakukan secara berkelanjutan dan fleksibel. Penyesuaian pola penyaluran akan terus dilakukan mengikuti dinamika cuaca dan kebutuhan masyarakat, sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga ketersediaan air bersih bagi warga.








