Lebak, Jurnalkota.co.id
Enam tahun setelah banjir bandang dan longsor melanda Kampung Cigobang, Kabupaten Lebak, pada 1 Januari 2020, sebagian warga terdampak masih bertahan di hunian sementara (huntara) dengan kondisi yang dinilai jauh dari layak.
Keprihatinan atas kondisi tersebut mendorong Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Distrik Lebak menginisiasi kegiatan penggalangan donasi sebagai bentuk bakti sosial kepada para penyintas bencana.
Ketua LSM GMBI Distrik Lebak, Ade Surnaga yang akrab disapa King Naga mengatakan, hingga kini penanganan pascabencana, khususnya pemindahan warga dari huntara ke hunian tetap, belum menunjukkan progres signifikan.
“Sudah enam tahun berlalu, tetapi masyarakat korban banjir bandang dan longsor Cigobang masih tinggal di huntara dengan kondisi yang memprihatinkan. Ini yang mengetuk hati kami untuk bergerak,” ujar King Naga saat ditemui di kantornya, Selasa (13/1/2026).
Ia menjelaskan, penggalangan donasi akan dilaksanakan di sekitar Alun-alun Rangkasbitung pada 14–20 Januari 2026. Kegiatan ini melibatkan sejumlah aktivis serta insan media yang peduli terhadap kondisi warga terdampak bencana.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Lebak untuk bersama-sama membantu. Donasi dapat berupa material bangunan maupun kebutuhan lainnya dan bisa diserahkan langsung di lokasi penggalangan dana,” kata King Naga.
Menurut King Naga, bantuan yang terkumpul diharapkan dapat meringankan beban warga yang masih tinggal di huntara, sekaligus menjadi pengingat bagi pemerintah agar mempercepat realisasi pembangunan hunian tetap bagi para korban bencana.
“Semoga kegiatan ini berjalan lancar dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Kami juga berharap ini bisa menjadi dorongan moral bagi pemerintah agar penanganan pascabencana benar-benar dituntaskan,” ujar King Naga.
Penulis: Noma
Editor: Antoni








