Lebak, Jurnalkota.co.id
Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak di Alun-alun Rangkasbitung mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Bazar yang menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar itu dinilai mampu membantu meringankan beban pengeluaran rumah tangga, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Salah seorang warga Rangkasbitung, Ujang, mengaku terbantu dengan adanya program tersebut. Menurutnya, harga berbagai komoditas pangan yang dijual dalam bazar jauh lebih terjangkau dibandingkan di pasaran.
“Kami bisa membeli kebutuhan pangan untuk sekitar satu pekan ke depan dengan total Rp75.000. Harganya lebih murah, sehingga sangat membantu ekonomi keluarga,” kata Ujang, Rabu (1/7/2026).
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Lebak dapat terus menggelar Gerakan Pangan Murah secara berkala agar masyarakat tetap memiliki akses terhadap bahan pangan dengan harga terjangkau di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok.
Dalam bazar tersebut, masyarakat dapat membeli beras SPHP seharga Rp11.000 per kilogram, MinyaKita Rp15.500 per liter, minyak goreng premium Rp21.000 per kemasan, serta gula pasir Rp17.500 per kilogram.
Selain itu, bawang merah dijual Rp47.000 per kilogram, bawang putih Rp39.000 per kilogram, cabai rawit merah Rp65.000 per kilogram, cabai merah keriting Rp40.000 per kilogram, cabai merah besar Rp60.000 per kilogram, cabai hijau Rp45.000 per kilogram, dan daging ayam Rp32.000 per kilogram.
Pemerintah Kabupaten Lebak menggelar Gerakan Pangan Murah sebagai upaya menjaga stabilitas harga bahan pokok, mengendalikan inflasi daerah, sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat.
Kepala Bidang Distribusi dan Sumber Daya Pangan Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kabupaten Lebak, Tubagus Sonip, mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan selama delapan hari dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 dan menyambut Bulan Muharam 1448 Hijriah.
Menurut dia, pelaksanaan Gerakan Pangan Murah melibatkan berbagai instansi dan mitra, seperti Perum Bulog, PT Rajawali Nusantara Indonesia, PT Frimafood Internasional, Distributor Garasi Mabu, serta Distributor Toko Daging Oemah Koyor.
“Gerakan Pangan Murah ini tidak hanya bertujuan menstabilkan harga kebutuhan pokok, tetapi juga mengendalikan inflasi daerah serta meningkatkan daya beli masyarakat,” ujar Sonip.
Ia menambahkan, tingginya antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya warga yang datang berbelanja sejak bazar dibuka. Ribuan konsumen memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
“Kami mengapresiasi tingginya minat masyarakat. Hal ini menunjukkan Gerakan Pangan Murah benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung upaya pemerintah menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan,” kata Sonip.
Penulis: Noma
Editor: Antoni














