Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id
Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) bersama Pemerintah Kota Tanjungpinang dimanfaatkan warga untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Senin (25/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Kampung KB, Kelurahan Tanjung Unggat, Kecamatan Bukit Bestari itu dipadati masyarakat sejak pagi. Warga tampak antusias membeli berbagai kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, telur, daging ayam, daging sapi, cabai, bawang, sayuran, hingga bahan pangan olahan lainnya.
Program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah untuk membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga sejumlah komoditas pangan menjelang hari besar keagamaan.
Salah seorang warga Tanjung Unggat, Emi, mengaku sengaja datang lebih awal agar bisa mendapatkan kebutuhan dapur dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga pasar.
Ia membeli minyak goreng, telur, kecap, serta sejumlah kebutuhan rumah tangga lainnya untuk persiapan menyambut Iduladha.
“Kalau beli di pasar harganya lebih mahal. Kemarin minyak goreng saya beli Rp18 ribu, di sini Rp15 ribu. Telur di pasar Rp58 ribu, di sini Rp52 ribu,” ujar Emi.
Menurut dia, selisih harga beberapa ribu rupiah sangat membantu masyarakat, terutama bagi keluarga dengan penghasilan terbatas di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok.
“Alhamdulillah sangat membantu kami. Apalagi sekarang harga barang mulai naik menjelang hari raya. Semoga kegiatan seperti ini sering diadakan,” katanya.
Pantauan di lokasi, sejumlah komoditas pangan memang dijual lebih murah dibandingkan harga pasar. Warga terlihat rela mengantre demi mendapatkan bahan pangan dengan harga terjangkau.
Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kota Tanjungpinang, Robert Lukman, mengatakan kegiatan Gerakan Pangan Murah merupakan langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan sekaligus membantu daya beli masyarakat.
Menurut Robert, menjelang Iduladha biasanya terjadi peningkatan permintaan terhadap sejumlah bahan pangan sehingga memicu kenaikan harga di pasaran.
“Beberapa komoditas memang mengalami kenaikan harga karena meningkatnya permintaan dan faktor distribusi. Karena itu pemerintah hadir melalui Gerakan Pangan Murah agar masyarakat tetap bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” ujar Robert.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk sinergi antara Pemerintah Provinsi Kepri dan Pemerintah Kota Tanjungpinang dalam menjaga keterjangkauan harga pangan di tengah masyarakat.
Selain membantu masyarakat, pelaksanaan GPM juga melibatkan kelompok tani lokal, distributor pangan, serta pelaku UMKM agar roda perekonomian daerah tetap bergerak.
“Kami juga melibatkan petani lokal dan distributor agar distribusi pangan tetap lancar. Jadi manfaatnya tidak hanya dirasakan masyarakat sebagai pembeli, tetapi juga pelaku usaha pangan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan DKPPKH Provinsi Kepri, Mohd Riza Pahlevi, menjelaskan kegiatan di Kelurahan Tanjung Unggat merupakan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah putaran kedelapan yang digelar Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menjelang Iduladha.
Menurut dia, program tersebut rutin dilakukan sebagai upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di wilayah Kepri.
“Melalui kegiatan ini masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah di tengah kenaikan sejumlah bahan pangan menjelang hari raya,” ujar Riza.
Ia mengatakan kegiatan GPM melibatkan berbagai pihak mulai dari pemerintah daerah, distributor, vendor pangan, hingga pelaku usaha untuk memastikan stok kebutuhan pokok tetap tersedia bagi masyarakat.
Riza berharap Gerakan Pangan Murah dapat membantu menekan laju inflasi daerah sekaligus menjaga daya beli masyarakat menjelang Iduladha.
“Harapannya masyarakat bisa terbantu dan kebutuhan pangan tetap tersedia dengan harga yang stabil,” katanya.














